Merekameninggal karena kekurangan makan, kelelahan, malaria dan terjangkit penyakit. Selain itu juga karena kerasnya pengawasan dan siksaan Jepang yang kejam dan tidak berperi kemanusiaan. Dibarak-barak romusha tidak tersedia perawatan dan tenaga kesehatan. Seakan-akan telah menjadi rumus bahwa siapa yang tidak lagi kuat bekerja maka akan mati.
Merekadirekrut menjadi romusha oleh aparat desa atau Militer Jepang dan mereka tidak bisa menolak apa pun alasannya. Mereka tidak punya pilihan karena takut penolakan akan berdampak pada diri dan keluarga (Perdana, 2010: 153). Selama di Bayah, para romusha ditempatkan terpisah dari penduduk pribumi, yaitu di bedeng-bedeng dekat lubang tambang.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Tempat Wisata Mistis – Indonesia Memiliki Kekayaan Alam Yang Melimpah Serta Warisan Budaya Dan Pariwisata Yang Sangat Beragam Dan Menarik Baik Itu Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaa, Wisata Religi Hingga Wisata Yang Kental Dengan Nuansa Horornya. Masyarakat Indonesia Memiliki Kisah Atau Cerita Rakyat Yang Berkembang Atau Urban Legend Yang Masih Sangat Kental Dan Dipercaya Hingga Sekarang Dan Bahkan Membuat Banyak Tempat Wisata Tersebut Ikut Menjadi Cukup Mistis Karena Kisahnya. tempat wisata mistis di indonesia Ada Cukup Banyak Tempat Wisata Di Indonesia Yang Terkenal Akan Legenda Urban Yang Dinilai Menjadi Tempat Wisata Mistis Dan Juga Memiliki Kekuatan Magis Yang Dipercaya Baik Oleh Penduduk Setempat Maupun Bagi Para Wisatawan Yang Datang. Nah Dibawah Ini Saya Mencoba Mengulas Secara Singkat Tentang 40 Tempat Wisata Mistis Dan Magis Di Indonesia Yang Bisa Kamu Pilih untuk dikunjungi Atau Mungkin Beberapa Diantaranya Pernah Kamu Kunjungi. Daftar Isi Contents1. Pemakaman Londa2. Bukit Tangkiling3. Lawang Sewu4. Taman Nasional Alas Purwo5. Kuburan Masal Tragedi Kerusuhan Sampit6. Desa Trunyan7. Pemakaman Bori8. Pantai Parangkusumo9. Gunung Kawi10. Makaman Baby Graves11. Museum Fatahilah Kota Tua12. Benteng Vredeburg13. Sungai Poso14. Gunung Tambora15. Lubang Jepang Bukit Tinggi16. Fort Rotterdam17. Museum Lubang Buaya18. Goa Putri Baturaja19. Candi Sukuh karanganyar20. Benteng di Banda Neira21. Benteng Malborough Bengkulu22. Bukit Kelam23. Pemakaman Lemo24. Pasar Bubrah Gunung Merapi25. Air Terjun Madakaripura26. Kuburan Masal Tsunami Aceh27. Pulau Satonda28. Gunung Semeru29. Pantai Tiang Bendera30. Gunung Gede Pangrango31. Padang 1232. Camp Vietnam di Pulau Galang33. Gunung Lawu34. Goa Jepang Biak35. Pantai Pelabuhan Ratu36. Gunung Salak37. Pulau Onrust38. Gunung Rinjani39. Goa Jepang Bandung40. Gunung Kerinci 1. Pemakaman Londa Pemakaman Londa – foto ig kataomed Tempat Wisata Mistis dan Magis di Indonesia yang pertama adalah Pemakaman Londa. Salah Satu Kawasan Wisata Pemakaman Yang Juga cukup Terkenal di Toraja ini Adalah Pemakaman umum yang juga menjadi tempat wisata. Pemakaman Londa Sendiri Merupakan Objek Wisata Makam Goa Yang Berada Di Sebuah Bukit, Di Dalamnya Berisi Peti Mati, Tulang, Dan Tengkorak Jenazah. Pemakaman Londa Terletak 7 Km Selatan Rantepao, Tepatnya Di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, 2. Bukit Tangkiling Ada Pura dan Batu Kramat di Bukit Tangkiling Palangkaraya Tempat Wisata Mistis dan Magis di Indonesia selanjutnya adalah Bukit Tangkiling yang berada di kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Bukit Tangkiling ini berjarak kurang lebih 34 Km dari pusat kota Palangkaraya atau bisa ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Bukit Tangkiling mempunyai ketinggian sekitar 500 Mdpl. Memang Bukit ini tidak terlalu tinggi namun dari atas bukit Tangkiling, kita bisa melihat pemandangan kota disekitarnya dan juga rimbunya hutan Kalimantan berserta sungai-sungai Kahayan yang mengelilingi kawasan sekitar Bukit Tangkiling. 3. Lawang Sewu lawang sewu – foto ig Tempat Wisata Mistis dan Magis di Indonesia yang tak kalah horornya adalah Lawang Sewu. Lawang Sewu adalah salah satu destinasi wisata di Semarang yang terkenal. Pada zaman dahulu, tempat ini pernah menjadi kantor perusahaan kereta api swasta Belanda yang bernama Indische Spoorweg Maatscappij NIS. Bahkan, Lawang Sewu juga pernah digunakan sebagai penjara pada masa penjahan Jepang. Sesuai dengan namanya, tempat ini memiliki banyak pintu lawang sehingga diberi nama Lawang Sewu. Bahkan, pada masa lalu tempat ini pernah ditambah pintunya hingga 429 pintu. Tak heran jika tempat ini menciptakan nuansa mistis dan magis. Tempat ini semakin terkenal ketika ada program televisi yang menguji adrenalin dan nyali dengan melakukan syuting di penjara bawah tanah. Terlepas dari kesan horor, Lawang Sewu mempunyai desain interior bangunan yang megah dan indah sehingga para wisatawan tertarik untuk mengabadikan momen ketika mengunjungi Lawang Sewu. 4. Taman Nasional Alas Purwo Taman Nasional Alas Purwo – foto ig Taman Nasional Alas Purwo berada di Banyuwangi, Tempat ini cukup populer karena pemandangan alamnya yang eksotis. Hutan tertua di pulau jawa ini dipercaya sebagai salah satu kerajaan magis terbesar di Indonesia. Menurut kabar, banyak pengunjung yang sering tersesat ketika menjelajahi hutan di Taman Nasional Alas Purwo. Kawasan ini terkenal angker karena sering dijadikan tempat pesugihan, semedi untuk mendapatkan ilmu hitam atau wangsit, bahkan beberapa orang kerap hilang. Mitos yang terkenal adalah para pengunjung kerap mendengar suara panggilan. Jangan pernah menoleh ketika dipanggil karena itu adalah suara makhluk gaib. 5. Kuburan Masal Tragedi Kerusuhan Sampit Kuburan Masal Tragedi Kerusuhan Sampit – foto Salah Satu Tragedi Paling Mengerikan Dan Mematikan Yang Pernah Terjadi Di Indonesia Adalah Tragedi Sampit. Tragedi Yang Menawskan Banyak Sekali Korban Jiwa Dikedua Belah Pihak Terutama Orang Yang Bersuku Atau Beretnis Madura Yang Jumlahnya Tak Diketahui Pasti. Masyarakat Dayak Yang Kala Itu Akhirnya Serentak Melakukan Ritual Ngayau. Ritual Yang Melibatkan Pemenggalan Kepala Musuh Ini Melibatkan Korban Nyaris 600 Orang Dari Etnis Madura. Sebanyak Seratus Ribu Jiwa Kehilangan Tempat Tinggalnya Dan Kota Sampit Menjadi Kota Mati Selama Beberapa Bulan. Tugu perdamaian Suku Dayak dan suku Madura Kota Sampit Tragedi Kerusuhan Sampit Yang Terjadi Pada Tahun 2001 Silam Hampir Menjalar Keberbagai Kota Di Wilayah Kalimantan Tengah Maupun Kalimantan Barat. Korban Kerusuhan Tersebut Akhirnya Dimakamkan Secara Masal Di Kuburan Massal Sampit Yang Berada Di Dekat Bundaran Tugu Perdamaian Kota Sampit Atau Masjid Islamic Center Sampit. 6. Desa Trunyan Desa Trunyan, tempat wisata di kintamani bali – foto ricsnt Desa yang unik ini terletak di Kintamani, Bali. Desa ini tidak jauh dari Danau Batur yang terkenal. Mayat-mayat bergeletakan di tanah, tepatnya di bawah pohon taru menyan sebagai bagian dari prosesi adat. Faktanya, pohon tersebut mampu menghilangkan bau busuk mayat sehingga para wisatawan yang datang tidak akan mencium bau busuk yang menyengat. Tulang belulang yang tersusun menjadi pemandangan utama di tempat ini. Nuansa mistis tentunya sangat kental. 7. Pemakaman Bori Pemakaman Bori – foto kataomed Masih Dari Toraja, tempat Pemakaman unik yang satu ini bernama pemakaman Bori Kalimbuang yang berada di Kalimbuang atau tepatnya berada di Jalan Bori, Kecamatan Sesean. Pemakaman Bori berjarak sekitar 8 kilometer dari Pusat Kota Rantepao yakni ibukota Kabupaten Toraja Utara. Kawasan pemakaman Bori akan dibuka setiap hari oleh pengelolanya sejak pagi hinga sore hari. Harga tiketnya sendiri yakni Rp per orang. Mungkin bentuknya yang unik dan sejarah yang tinggi dipemakaman ini, menjadikan Bori sebagai salah satu dari sembilan objek wisata warisan dunia oleh UNESCO. Di dalam Kompleks pemakaman Bori terdapat sebuah area bernama Rante Kalimbuang. Nah Rante Kalimbuang ini digunakan untuk mengadakan upacara penguburan adat yang cukup terkenal yakni bernama Rambu Solo. 8. Pantai Parangkusumo Pantai Parangkusumo – foto ig adikktive Pantai Parangkusumo yang terletak di Yogyakarta ini terkenal dengan ombaknya yang kuat. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, pantai ini menjadi salah satu wilayah kekuasaan magis kerajaan Nyi Roro Kidul. Bahkan, masyarakat setempat sering mengadakan ritual klenik yang disebut Melasti atau Labuhan. Para wisatawan justru ramai ketika ritual tersebut diadakan karena mereka ingin melihat prosesnya secara langsung. Ada beberapa fasilitas menarik yang bisa dinikmati wisatawan antara lain kereta kuda andong, bermain atv, berwisata kuliner laut seafood, dan banyak lagi kegiatan seru lainnya. 9. Gunung Kawi Pura Gunung Kawi Gianyar Bali – foto ig raffialan Gunung Kawi di Jawa Timur sudah terkenal memiliki kisah mistis, terutama di puncaknya. Gunung ini identik dengan tempat ritual pesugihan dan kegiatan mistis lainnya. Banyak orang kerap datang dari jauh ke Gunung Kawi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan ritual dengan arwah dan makhluk gaib. Mereka percaya bahwa melaksanakan ritual khusus di Gunung Kawi bisa membuat kaya raya dalam waktu singkat. Sebagai traveler sejati hendaknya tidak terpengaruh dengan kisah mistis yang beredar. Gunung ini tetap menjadi destinasi wisata yang bagus terutama bagi para pendaki karena gunung ini memiliki pemandangan alam yang indah. Berkemah seraya menuju puncak gunung ini tentunya menjadi kegiatan wisata yang sangat menyenangkan. 10. Makaman Baby Graves Pemakaman Baby Grace,, pemakaman Bayi suci didalam Batang Kayu Makaman Baby Graves Adalah Sebuah Kuburan Yang Sangat Unik Dan Berbeda Dari Biasanya Yakni Berada Dibatang Pohon Besar. Keunikan Makaman Baby Graves Hanya Diperuntukan Bagi Para Balita Yang Meninggal Karena Dianggap Masih Suci. Bayi Yang Meninggal Tersebut Akan Diletakan Didalam Batang Pohon Besar Yang Sudah Dilubangi Dan Kemudian Ditutup Oleh Ijuk Sebagai Penanda Makam. Makaman Baby Graves Masih Berada Di Kawasan Toraja Atau Tepatnya Berada Di Desa Kambira Terletak Di Kecamatan Sangalla, Sekitar 20 Kilometer Dari Rantepao, Ibu Kota Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. 11. Museum Fatahilah Kota Tua Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta – Museum Fatahillah adalah salah satu museum tertua di indonesia dan jakarta yang memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta. Museum Fatahillah adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat dengan luas lebih dari meter persegi. Bangunan Museum Fatahillah pada zaman dahulu merupakan balai kota Batavia yang dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur-Jendral Joan van Hoorn. Museum Fatahillah berada di Jalan Taman Fatahillah Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. 12. Benteng Vredeburg Benteng Vredeburg – Benteng Vredeburg adalah tempat wisata populer yang berada di Yogyakarta yang cukup dekat dengan Jalan Malioboro. Benteng ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1760 pada masa penjajahannya dengan alasan untuk menjaga keamanan keraton dan sekitarnya. Setelah Belanda hengkang, bangunan ini beralih fungsi menjadi museum yang masih beroperasi hingga saat ini. Museum ini menyimpan regalia dan dokumen zaman penjajahan Belanda. Sesuai dengan namanya, benteng menjadi spot utama bagi para wisatawan. Nuansa yang dingin dengan dominasi warna putih benar-benar menciptakan atmosfer yang menyeramkan. Berdasarkan cerita yang beredar, beberapa orang pernah melihat penampakan hantu Belanda di tempat ini pada malam hari. Siapa yang berani menguji nyali? Coba saja datang ke benteng ini pada malam hari ya! 13. Sungai Poso sungai poso Salah Satu Tragedi Yang Juga Sangat Amat Mengerikan Adalah Kerusuhan Poso Yang Melibatkan Antar Agama Diwilayah Poso Provinsi Sulawesi Tengah. Kerusuhan Antar Agama Tersebut Bahkan Memicu Banyak Konflik Lainnya Dan Bergejolak Menjalar Hingga Kekawasan Lainnya Di Sulawesi Tengah. Salah Satu Tempat Pembuangan Mayat Saat Kerusuhan Atau Konflik Di Poso Adalah Di Sungai Poso. Salah Satu Kasus Yang Menjadi Sorotan Tajam Karena Kerusuhan Poso Ketika Itu Adalah Penyerangan Dan Pembantaian Yang Terjadi Di Pondok Pesantren Walisongo. Jasad Korban Pembantaian Kemudian Dihanyutkan Di Sungai Poso. 14. Gunung Tambora gunung tambora – foto ig tamboranationalpark . Tempat Horo Dan Cukup Mistis Di Indonesia Selanjtnya Berada Di Sebuah Pegunungan Yang Juga Tak Kalah Melegendanya Yakni Gunung Tambora. Gunung Tambora Adalah Sebuah Gunung Berapi Kerucut Aktif Yang Terletak Di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Gunung Tambora Terletak Di Dua Kabupaten Yaitu Kabupaten Dompu Yang Mencakup Lereng Bagian Barat Dan Selatan Serta Kabupaten Bima Yang Mencakup Lereng Bagian Timur Dan Utara Kawasan Gunung Tambora Yang Memiliki Ketinggian Mdpl Ini Sudah Terkenal Angker Dan Cukup Mistis Karena Banyak Sekali Cerita Dan Juga Sejarah Kelam Tentang Gunung Ini Terutama Saat Terjadinya Leutusan Tambora. Pada Masa Dulu Ketinggian Gunung Tambora Mencapai Sekitar Mdpl Yang Membuat Gunung Ini Menjadi Salah Satu Puncak Tertinggi Di Indonesia Dahulu. Pada Bulan April Tahun 1815, Gunung Tambora Akhirnya Meletus Dan Menjadi Catatan Sejarah Kelam Pada Masa Itu Dimana Letusanya Mencapai Skala Tujuh VEI. Letusan Gunung Tambora Tersebut Menjadi Letusan Vulkanis Tebesar Sejak Letusan Taupo Pada Tahun 181. Suara Letusan Gunung Tambora Juga Tercatat Terdengar Hingga Pulau Sumatra Lebih Dari Km Ke Barat. Hujan Abu Vulkanis Terjadi Di Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Dan Maluku. Letusan Tersebut Menelan Korban Jiwa Sedikitnya Orang Dengan Di Antaranya Merupakan Korban Langsung Dari Letusan. 15. Lubang Jepang Bukit Tinggi Ruang penjara di Lubang Jepang Salah Satu Destinasi Wisata Yang Saya Kunjungi Saat Liburan Ke Bukit Tinggi Adalah Lubang Jepang Atau Yg Biasa Disebut Goa Jepang. Lubang Jepang Bukittinggi Ini Adalah Salah Satu Objek Wisata Sejarah Yang Ada Di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia. Lubang Jepang Bukittinggi Ini Adalah Sebuah Lubang Terowongan Atau Bunker Yang Digunakan Untuk Perlindungan Dan Pertahanan Tentara Pendudukan Jepang Sekitar Tahun 1942 Silam. Banyak Cerita Pilu Yang Terjadi Digoa Ini. Misalnya Saat Proses Pembuatan Lubangnya. Diperkirakan Puluhan Sampai Ratusan Ribu Tenaga Kerja Paksa Atau Romusha Dikerahkan Dari Pulau Jawa , Sulawesi Dan Kalimantan Untuk Menggali Terowongan Ini. Tak Terhitung Jumlah Korban Jiwa Saat Proses Penggalianya Hingga Pembangunanya. Pintu pertama Trowongan Lubang Jepang Sebagai Salah Satu Goa Atau Terowongan Terpanjang Di Indonesia, Lubang Jepang Ini Panjangnya Mencapai 1400 M Dan Berkelok -Kelok Serta Lebarnya Mencapai 2 Meter. Sangking Panjang Dan Luasnya Area Goa, Ada Beberapa Pintu Masuk Ke Dalam Lubang Jepang Ini Diantaranya Terletak Pada Kawasan Ngarai Sianok, Taman Panorama, Di Samping Istana Bung Hatta Dan Di Kebun Binatang Bukittinggi. Hati-Hati Ya Saat Kalian Mau Masuk Kedalam. Bukan Hanya Soal Horornya Saja Tapi Ini Lubang Jepang Bukittinggi Seperti Labirin, Bakalan Susah Nemu Jalan Keluar Lagi Kecuali Dirimu Tau Betul Isi Hatinya Eh Isi Goanya Maksudnya. 16. Fort Rotterdam Fort Rotterdam – foto ig indo_destination Tempat Wisata Yang Jug Aterkenal Angker Dan Mistis Selanjutnya Adalah Fort Rotterdam Yang Berada Di Kota Makassar. Benteng Fort Rotterdam, Atau Yang Akrab Juga Disebut Dengan Benteng Ujung Pandang, Merupakan Peninggalan Bersejarah Dari Kesultanan Gowa Yang Pernah Berjaya Pada Abad Ke-17. Kesultanan Ini Sebenarnya Memiliki 17 Buah Benteng Yang Mengitari Makassar, Yang Menjadi Ibukota Kesultanan. Tetapi Benteng Yang Paling Megah Di Antara Benteng-Benteng Lainnya Adalah Benteng Fort Rotterdam. Hingga Saat Ini, Keaslian Benteng Masih Terpelihara. Lokasi Benteng Rotterdam Juga Mudah Dijangkau Karena Terletak Di Dalam Kota Makassar, Tepatnya Berada Di Depan Pelabuhan Laut Kota Makassar. Jaraknya Hanya Sekitar Dua Kilometer Dari Pantai Losari. Dengan Gaya Arsitektur Era 1600-An, Benteng Ini Terlihat Mencolok Dari Bangunan 17. Museum Lubang Buaya Museum Lubang Buaya – foto ig barrisnani Salah Satu Tempat Wisata Bersejarah Yang Paling Terkenal Karena Kekejaman Pki Dimasanya Adalah Museum Lubang Buaya Yang Ada Di Jakarta. Museum Lubang Buaya Adalah Tempat Yang Didirikan Untuk Menghormati Dan Mengenang Peristiwa Gerakan 30 September G30S Pada 1965. Museum Lubang Buaya Dibangun Di Atas Areal Tanah Seluas 14,6 Hektar Pada Pertengahan Agustus 1967 Dan Diresmikan Pada 1 Oktober 1973 Oleh Presiden Soeharto. Lubang Buaya Juga Dikenal Sebagai Lokasi Pembunuhan Dan Pembuangan Jenazah Para Jenderal Dan Perwira TNI AD Yang Menjadi Korban Dalam Peristiwa G30S Oleh PKI. Jenderal Dan Perwira TNI-AD Yang Diculik Dan Dibunuh Di Lubang Buaya Adalah R. Suprapto, Sutoyo Siswomihardjo, Siswondo Parman Dan Pierre Tendean. Sedangkan Ahmad Yani, MT Haryono, DI Panjaitan Dibunuh Di Kediamannya. Jenazah Para Jenderal Dan Perwira Tinggi TNI-AD Tersebut Dikubur Dalam Lubang Atau Sumur Dengan Kedalaman 12 Meter Dan Diameter 75 Cm Di Lubang Buaya. 18. Goa Putri Baturaja Didalam Goa putri Dayang Merindu cukup terang dan jelas petunjukanya Goa Putri Baturaja Atau Yang Lebih Dikenal Dengan Nama Goa Putri Dayang Merindu Adalah Sebuah Goa Indah Namun Cukup Mistis Karena Adanya Legenda Sipahit Lidah Dan Juga Kawasan Goa Yang Cukup Besar Berada Ditengah Hutan. Goa Putri Dayang Merindu Ini Memiliki Kedalaman Sekitar 150 Meter, Ketinggian Sekitar 20 Meter Dan Lebar 20-30 Meter. Didalamnya Sudah Dihiasi Dengan Aneka Lampu Bewarna, Jalan Yang Sudah Tertata, Info Petunjuk Yang Jelas Dan Bisa Dibilang Mirip Dengan Goa Gong Di Pacitan Jawa Timur. Oh Ya Lupa, Didalam Goa Ini Juga Mengalir Sungai Sumuhun Yang Menurut Ceritanya Apabila Kita Mandi Atau Mencuci Muka Di Aliran Sungai Ini, Semua Keinginan Dapat Terwujud. Fasilitas yang ada di goa Putri Baturaja Lokasi Goa Ini Tepatanya Berada Di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semindang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Baturaja, Sumatera Selatan. Menurut Legenda Masyarakat Sekitar Jika Dulu Kala Ada Seorang Wanita Cantik Sedang Mencuci Pakaian Disungai Yang Tak Jauh Dari Keberadaan Goa Ini. Lalu Ada Seorang Pria Menyapanya Namun Ia Diacuhkan Oleh Gadis Tersebut Dan Gadis Itu Hanya Diam Saja. Sadar Ia Diacuhkan, Pria Tersebut Akhirnya Berkata ,Terus Wanita Tersebut Berubah Menjadi Batu. 19. Candi Sukuh karanganyar Candi Sukuh karanganyar Jawa Tengah Candi Sukuh ini juga sangat berbeda dengan candi-candi besar lainnya di Jawa Tengah seperti Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Bentuk bangunan Candi Sukuh ini lebih mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Bahkan sekilas mirip dengan bentuk piramida di Mesir. Di Candi Sukuh kita bisa mellihat dengan jelas Bentuk alat kelamin pria, juga wanita dan bahkan banyak relief dan arca yang memberikan banyak tanya. Ada juga Lambang lingga dan yoni yang merepresentasikan kelamin pria dan wanita juga terukir jelas di candi yang sudah ada sejak abad ke-15 ini. Konon Candi sukuh ini juga dijadikan sebagai tempat untuk pemujaan terhadap kesuburan dan Permohonan keturunan. Jujur Nafsu saya tertanam bersama dengan rasa kagum saya akan keindahan dan pesan yang tertanam didalamnya. Terukir dalam reliefnya dan Tersimpan didalam misterinya. Akhh saya makin cinta saja dengan sejarah2 peradaban Bangsa. 20. Benteng di Banda Neira Benteng Belgica banda neira – foto ig Wisata Ternama Di Maluku Yakni Banda Neira Juga Menyimpan Banyak Sekali Sejarah Kelam Dan Kengerian Dimasa Lalu Terutama Dibeberapa Rumah Tua Dan Juga Peninggalan Benteng-Benteng Yang Ada Di Sana. Ada Dua Benteng Yang Cukup Terkenal Di Banda Neira Yaki Benteng Belgica Dan Benteng Nassau. Pada Awalnya Benteng Belgica Adalah Sebuah Benteng Yang Dibangun Oleh Bangsa Portugis Pada Abad 16 Di Pulau Neira, Maluku. Lama Setelah Itu, Di Lokasi Benteng Portugis Tersebut Kemudian Dibangun Kembali Sebuah Benteng Oleh Voc Atas Perintah Gubernur Jendral Pieter Both Pada Tanggal 4 September 1611. Benteng Belgica terletak di Pulau Neira, Banda, Maluku. Karena keindahan dan kecantikan serta nilai sejarah yang sangat tinggi, bangunan benteng Belgica dicalonkan sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1995. Yang Kedua Adalah Benteng Nassau. Benteng Ini Berada Di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah. Di Benteng Inilah 44 Orang Kaya Banda Dibantai Dengan Sadis! Benteng Nassau – foto ig evichandrawati Benteng Ini Tidak Jauh Dari Pelabuhan Banda Neira. Tidak Banyak Yang Tersisa Dari Benteng Ini, Hanya Dindingnya Yang Tersisa. Benteng Ini Sedang Direkonstruksi Menyerupai Bentuk Aslinya. Setelah Benteng Berdiri Pada Tanggal 8 Mei 1612, Coen Mengumpulkan 44 Orang Pemuka Masyarakat Banda Atau Orang Kaya Banda. Lalu Dia Memerintahkan 6 Algojo Untuk Membantai Dengan Sadis Para Orang Kaya Banda. Dengan Sadis Algojo Jepang Membantai Para Tahanan. Tanpa Belas Kasih Mereka Memotong Tubuh Tahanan Menjadi Empat Bagian, Serta Juga Memenggal Sebagian Kepala Mereka. Kepala Yang Dipenggal Kemudia Ditancapkan Di Atas Ujung Bambu, Serta Potongan Tubuh Ditempel Pada Batang Bambu. Kemudian Kepala Dan Potongan Tersebut Di Lempar Ke Dalam Sumur. Untuk Mengenang Para Tokoh Yang Dibantai, Maka Dibangunlah Sebuah Monumen. Di Monumen Tersebut Tertulis Nama-Nama Tokoh Yang Dibantai Oleh Belanda. 21. Benteng Malborough Bengkulu Benteng Malborough Bengkulu – foto ig kataomed Selain pesona Bunga Bangkainya yakni bunga Raflesia atau jenis bunga bangkai lainnya, Bengkulu juga memiliki catatan sejarah yang cukup kelam dan cukup besar terutama keterkaitanya dengan Penjajahan Inggris semasa di Nusantara hingga pembuangan Presiden Sukarno yang akhirnya bertemu dengan Ibu Fatmawati. Tahukan kalian jika Benteng Marlborough ini adalah benteng Inggris terbesar yang pernah dibangun di Asia Tenggara semasa penjajahanya di Asia? Yap Benteng Marlborough ini menjadi saksi betapa Inggris menguasai Sumatera khususnya daerah Bengkulu yang kaya akan Emas hingga rempahnya. Tahukah kalian betapa kelamnya masa penjajahan Inggris yang menwaskan banyak tokoh penting hingga adanya Romusa atau Kerja Paksa kepada rakyat Bengkulu hingga terjadinya gejolak pertempuran dan pemberontakan meski akhirnya kalah senjata. Benteng Marlborough Bengkulu – foto ig kataomed Tahukah kalian Jika Bengkulu adalah kota yang ditukar ke Belanda untuk mendapatkan kota Malaka di Malaysia yang saat itu dikuasai oleh Belanda. Bagi sebagian warga Singapura, Bengkulu justru lebih dikenal sebagai kota Bencoolen dan merupakan kota satu Bapak penjajahan yakni Raflesia, Orang yang juga menemukan dan memperkenalkan Bunga Raflesia. 22. Bukit Kelam Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat – foto kataomed Namanya Adalah Bukit Kelam. Jika Sekilas, Bentuknya Memang Mirip Gunung Bongkok Atau Parang Di Purwakarta Namun Bukit Kelam Ini Adalah Sebuah Bukit Besar Dari Bongkahan Batu Raksasa / Monolit. Batu Monolit Bukit Kelam Kini Menjadi Yang Terbesar Dan Tertinggi Di Indonesia Bahkan Didunia Mengalahkan Uluru Atau Ayyers Rock Di Australia Loh. Keren Kan. Bukit Kelam Memiliki Ketinggian Mdpl Dan Luas Sekitar 520 Hektar. Bukit Ini Berdiri Kokoh Di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Dan Bahkan Menjadi Icon Kota Sintang. Bukit Kelam Juga Berada Diantara 2 Sungai Besar Yakni Sungai Kapuas Dan Sungai Melawi. Bahkan Sejauh Mata Memandang Pasti Akan Terlihat Bukit Yang Kokoh Ini. Teempat Wisata Ini Cukup Terasa Angker Dan Sedikit Ada Aura Mistis Yang Saya Rasakan Saat Mendaki Buit Ini. Apalagi Sejarah Masa Lalu Tentang Cerita Sungai Melawi Dan Sungai Sintang Tak Lepas Dari Keberadaan Batu Ini Juga. 23. Pemakaman Lemo Pemakaman Lemo – foto kataomed Salah satu destinasi wisata Makam yang diletakan disebuah tebing diperbukitan yang ada di kelurahan Lemo, kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Pemakaman Lemo berada sekitar 11 km di selatan Rantepao dan 7 km di utara kota Makale. Salah satu hal yang paling unik dipemakaman Lemo adalah adanya patung-patung yang biasa disebut Tau-tau. Nah Patung Tau-tau inilah yang merepresentasikan atau simbol dan tanda orang yang sudah meninggalkan dan dikuburkan di tebing tersebut. Ada patung Pria maupun Wanita. Dan lubang-lubang yang ada ditebing ini berisi 1 keluarga loh guys. Wow sekali kan. Saat saya bertanya kepada pembuat Tau-tau yang kebetulan berada tak jauh dari kawasan Lemo, beliau mengatakan jika orang yang ingin membuat Tau-tau harus melaksanakan upacara Rambu Solo. Pernah mendengar acara Rambu Solo ? Yap acara yang cukup besar menghabiskan minimal 24 kerbau yang harga kerbaunya sendiri mencapai pulahan juta ini sangat terkenal sebagai salah satu acara budaya paling dinantikan. 24. Pasar Bubrah Gunung Merapi Pasar Bubrah Gunung Merapi – foto kataomed Salah Satu Gunung Yang Penuh Misteri Dan Sangat Mistis Karena Memiliki Pasar Setannya Adalah Gunung Merapi Yang Ada Di Jawa Tengah. Nah Salah Satu Kawasan Pasar Setan Atau Yang Sering Disebut Pasar Bubrah Gunung Merapi Sering Menjadi Lokasi Penampakan Dan Juga Berkumpulnya Mahluk Asral. Legenda Menyebut, Pasar Bubrah Di Gunung Merapi Memiliki Hawa Mistis Yang Begitu Kental. Apalagi, Pasar Bubrah Di Gunung Merapi Diselimuti Legenda Dan Cerita Mistis. Bahkan Jalur Pendakian Gunung Merapi Ini Juga Disebut-Sebut Sebagai Salah Satu Jalur Pendakian Paling Horor. 25. Air Terjun Madakaripura Air Terjun Madakaripura – foto kataomed Salah Satu Tempat Wisata Alam Air Terjun Yang Horor Dan Cukup Mistis Auranya Adalah Air Terjun Madakaripura. Air Terjun Madakaripura Adalah Sebuah Air Terjun Yang Terletak Di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Air Terjun Setinggi 200 Meter Ini Merupakan Air Terjun Tertinggi Di Pulau Jawa Dan Tertinggi Kedua Di Indonesia Setelah Air Terjun Di Sumatera Utara. Nama Air Terjun Yang Berada Di Ketinggian Mdpl Ini Berasal Dari Kata Madakaripura, Tanah Perdikan Milik Mahapatih Gajah Mada Dari Kerajaan Majapahit. Air Terjun Madakaripura Juga Kerap Disebut Air Terjun Abadi. Hal Itu Karena Air Yang Dialirkan Oleh Air Terjun Ini Selalu Melimpah Dan Tak Pernah Berkurang Debitnya. Secara Administratif Air Terjun Madakaripura Berlokasi Didekat Perbatasan Desa Sapih, Kecamatan Lumbang Di Kabupaten Probolinggo Dengan Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang Di Kabupaten Pasuruan, Tetapi Mudah Diakses Dari Desa Sapih, Kecamatan Lumbang Di Kabupaten Probolinggo. 26. Kuburan Masal Tsunami Aceh Kuburan Massal Tsunami Gampong Siron – foto ig Siapa Yang Tidak Tahu Tragedi Bencana Alam Yang Sangat Dahsyat Menewakan Ratsan Ribu Orang Di Aceh. Yap Tsunami Aceh Menghancurkan Banyak Kota Dan Pemukiman Di Berbegai Negara Dengan Pusatnya Di Aceh Indonesia. Nah Salah Satu Kawasan Pemakaman Masal Atau Kuburan Masal Diaceh Adalah Kuburan Massal Siron, Kuburan Masal Ini Terletak Di Jalan Bundaran Sultan Iskandar Muda, Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Kompleks Kuburan Massal Seluas 2 Hektare Ini, Menjadi Tempat Peristirahatan Terakhir Sebanyak Syuhada Korban Tsunami Aceh, 26 Desember 2004. 27. Pulau Satonda Pulau Satonda – foto ig dwioblo Selain Gunung Tambora Yang Angker, Satu Lagi Kawasan Wisata Di Dompu Yang Cukup Menyeramkan Menurut Saya Adalah Pulau Satonda. Pulau Satonda Merupakan Sebuah Gunung Api Purba Di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Danau Motitoi Yang Berada Di Kalderanya Memiliki Salinitas Tinggi Dan Memiliki Stromatolit—Struktur Terumbu Yang Mirip Dengan Kehidupan Laut Purba. Penelitian Lain Menduga Letusan Tambora 1815 Mengakibatkan Tsunami Setinggi 27 Meter Dan Membanjiri Kaldera Satonda. Disini Tidak Ada Penghuni Sama Sekali Dan Banyak Hutan Yang Dipenuhi Oleh Ribuan Kelalawar. Pulau Satonda Juga Terkenal Mistis Dengan Beragam Cerita-Cerita Anehnya. 28. Gunung Semeru Gunung Semeru – foto ig ikhsan_hanafi48 Gunung Semeru Adalah Sebuah Gunung Berapi Kerucut Di Malang Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru Merupakan Gunung Tertinggi Di Pulau Jawa, Dengan Puncaknya Mahameru, Meter Dari Permukaan Laut. Karena Menjadi Gnung Tertinggi Di Pulau Jawa Maka Tak Heran Jika Banyak Hal Mistis Saat Pendakian Bermunculan Di Gunung Yang Terkenal Treknya Yang Cukup Angker. Saya Sendir Beberapa Kali Mengalami Kejadian Mistis Seperti Disesatkan Dan Diputar-Putar Terutama Saat Ada Rombongan Pasukan Ghaib Melintas Dan Penampakan-Penampakan Mengerikan Lainnya. Di Gunung Semeru Juga Banyak Sekali Korban Pendakian Yang Terjatuh K Ejurang Terutama Saat Akan Menuju Puncak Mahameru Dan Bahkan Diantaranya Banyak Yang Belum Ditemukan Jasadnya. 29. Pantai Tiang Bendera Pantai Tiang Bendera – foto ig iwiik_kekado Berada Sekitar 5 Km Saja Dari Kota Ba’a, Terdapat Sebuah Pantai Bernama Cukup Unik Yaitu Pantai Tiang Bendera. Batu Tiang Bendera Ini Sebenarnya Adalah Gugusan Pulau Karang Yang Berjarak Sekitar 500 M Dari Bibir Pantai Baadale. Pemberian Nama Tiang Bendera Dilatarbelakangi Oleh Peristiwa Heroik Perjuangan Rakyat Rote Mengusir Penjajah Belanda. Mengapa Disebut Tiang Bendera? Pasalnya Di Atas Bebatuan Karang Yang Berada Di Tengah Laut Tersebut, Terdapat Sebuah Tugu Batu Beton Setinggi 2,5 Meter Yang Sengaja Dibangun Oleh Belanda. Konon Katanya, Tiang Tersebut Sebagai Penanda Tanah Jajahan Belanda Pada Zamannya. Tak Heran Jika Saat Kita Berada Di Pantai Ini Suasana Dan Aura Magiz Zaman Penjajahan Sangat Berasa. Apalagi Pantai Ini Jauh Dari Keramaian Yang Artinya Saat Berkunjung Kesini Serasa Berada Masuk Ke Zona Alam Ghaib. Pun Dengan Saya Yang Datang Sendiri Ke Pantai Ini Sangat Merasakan Kemistisanya. 30. Gunung Gede Pangrango Gunung Gede Pangrango – foto ig jordaaans_ Siapa Yang Tak Mengenal Tempat Wisata Yang Satu Ini, Kawasan Gunung Gede Pangrango Menjadi Salah Satu Kawasan Pegunungan Yang Terkenal Angker Karena Banyak Sekali Korban Meninggal Yang Ditemukan Di Kawasan Gunung Gede Maupun Gunung Pangrango. Saya Sendiri Mencatat Beberapa Kali Sempat Berjumpa Mahluk Ghaib Selama Melakukan Pendakian Baik Itu Mahluk Gaib Korban Pendakian Yang Hilang Atau Tersesat Maupun Mahluk Asral Penunggu Kawasan Ini. Gunung Gede Merupakan Sebuah Gunung Api Bertipe Stratovolcano Yang Berada Di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede Berada Dalam Ruang Lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, Yang Merupakan Salah Satu Dari Lima Taman Nasional Yang Pertama Kali Diumumkan Di Indonesia Pada Tahun 1980. 31. Padang 12 padang 12 ketapang – foto ig fyan_sinner Padang 12 Adalah Sebuah Kawasan Lahan Kosong Yang Memiliki Pasir Bewarna Putih Dan Terletak Ditepi Jalan Lintas Ketapang Kalimantan Barat. Padang 12 Sekilas Tidak Ada Yang Aneh Dan Cukup Unik Karena Sekitar Kawasan Hutan Lebat Dan Hanya Tempat Ini Yang Berupa Lahan Kosong. Nah Itulah Yang Membuat Padang 12 Menjadi Salah Satu Tempat Ghaib Yang Cukup Angker Dan Lebih Dikenal Sebagai Kota Ghaib Yang Ada Di Ketapang. Tidak Semua Mata Manusia Dapat Melihat Kota Yang Ada Di Padang 12. Wilayah Padang 12 Terletak Diantara Kecamatan Kendawang Dan Pesaguan Ketapang Kalimantan Barat. Padang 12 Memiliki Lahan Seluas 12 KM Persegi Yang Dipenuhi Oleh Pohon Pinus Dan Ilalang Layaknya Sebuah Padang Rumput. Itulah Alasan Mengapa Daerah Ini Disebut Padang 12. Masyakarat Ketapang Menyebut Penduduk Di Padang 12 Dengan Sebutan Orang Kebenaran. Sosoknya Tidak Berbeda Dengan Wujud Manusia Pada Umumnya. Hanya Saja, Mereka Tidak Memiliki Belahan Diantara Bawah Hidung Dan Di Atas Bibirnya. Masyarakat Ketapang Mempercayai Bahwa Orang Kebenaran Atau Juga Biasa Disebut Orang Limun Ini Adalah Golongan Manusia Suci Yang Jujur Dan Taat Beribadah. Namun Tidak Sedikit Pula Yang Beranggapan Mereka Adalah Sekelompok Jin Muslim Yang Sudah Ribuan Tahun Menempati Wilayah Itu. 32. Camp Vietnam di Pulau Galang Camp Vietnam di Pulau Galang foto ig Pulau Galang Adalah Salah Satu Wilayah Kepulauan Riau, Ternyata Menyimpan Cerita Menarik. Di Sini, Beberapa Puluh Tahun Lalu, Tepatnya Tahun 1975 Hingga 1996 Berdiri Kamp Pengungsian Vietnam Yang Menyeberang Menjadi Manusia Perahu Akibat Perang Saudara. Pengungsian Besar-Besaran Dari Vietnam Akibat Kalahnya Pasukan Amerika Serikat Dan Berkuasanya Rezim Komunis Vietkong, Membawa Sebagian Pengungsi Tersebut Ke Pulau Seberang Pulau Bata Erahu Kayu, Mengarungi Samudera Luas Untuk Bisa Sampai Ke Sini. Kisah Ini Dimulai 29 April 1975, Saat Dimulainya Pengungsian Besar-Besaran Pasukan Amerika Serikat Beserta Ratusan Ribu Warga Vietnam, Yang Disebut Operasi Frequent Wind. Meninggalkan Negaranya, Walaupun Harus Melalui Samudera Yang Ganas, Adalah Satu-Satunya Pilihan Bagi Warga Vietnam, Daripada Mati Konyol Oleh Tentara Komunis Vietkong Yang Sangat Ganas. Hingga Sekarang, Yang Tersisa Dari Itu Semua Adalah Museum Dan Bangunan Tua Yang Tidak Terawat Dibiarkan Rusak Begitu Saja. Tampak Rongsokan Mobil Teronggok Di Berbagai Pelataran Bangunan. Satu Bangkai Motor Suzuki Chrystal Tahun 1995 Terlihat Di Depan Museum. Wilayah Penampungan Pengungsi Vietnam Di Pulau Galang Batam Ini Sebenarnya Merupakan Sejarah Yang Sangat Menarik. Cerita Tragis Dan Heroisme Para Manusia Perahu Ini Sebenarnya Bisa Mengalahkan Cerita Rambo Ala Amerika Yang Mengambil Setting Dan Tempat Kejadian Di Negara Yang Sama. 33. Gunung Lawu Gunung Lawu Beberapa Bulan Terakhir Banyak Sekali Mendengar Kabar Mengenai Pendaki Yang Hilang Atau Meninggal Di Gunung Lawu. Bahkan Diantaranya Banyak Yang Hilang Tanpa Jejak Dan Tidak Ditemukan Jasadnya. Gunung Lawu Terletak Di Pulau Jawa, Indonesia, Tepatnya Di Perbatasan Provinsi Jawa Tengah Dan Jawa Timur. Gunung Lawu Terletak Di Antara Tiga Kabupaten Yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi, Dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gunung Lawu Memiliki Tiga Puncak, Yakni Hargo Dalem, Hargo Dumiling, Dan Puncak Tertinggi Bernama Hargo Dumilah. Gunung Lawu Sangat Populer Untuk Kegiatan Pendakian. Setiap Malam 1 Sura, Banyak Orang Berziarah Dengan Mendaki Hingga Ke Puncak. Karena Populernya, Di Puncak Gunung Bahkan Dapat Dijumpai Pedagang Makanan. Nah Ssalah Satu Hal Mistis Yang Bisa Dengan Mudah Kita Jumpai Adalah Saat Melakukan Pendakian Dimalam 1 Suro. Berbagai Aroma Hingga Bunyi Bunyian Dan Suara Aneh Bisa Dengan Mudah Terdengar Disepanjang Jalur Pendakian. 34. Goa Jepang Biak Inilah Goa jepang Biak, Saksi bisu tewasnya ratusan tentara jepang oleh Amerika Pulau Biak Adalah Salah Satu Pulau Yang Menjadi Pulau Bersejarah Yang Menjadi Saksi Bisu Bagaimana Kedahsyatan Perang Dunia Ke-2 Kala Itu. Terlebih Saat Amerika Mendirikan Markasnya Di Pulau Owi Dan Jepang Mendirikan Benteng Pertahanan Di Pulau Biak. Oleh Karena Itu, Banyak Wisatawan Asing Terutama Jepang Sengaja Mengunjungi Pulau Ini Untuk Berwisata Sejarah Sekaligus Ziarah. Sisa Peninggalan Jepang Tersebut Bisa Dilihat Dari Bekas Peninggalan Yang Ada Di Goa Jepang. Nah Goa Inilah Yang Menjadi Pusat Utama Tentara Jepang Melancarkan Serangan. Di Biak Sendiri Ada Dua Buah Goa Yang Menjadi Peninggalan Jepang Saat Perang Dunia Ke-2. Pertama Adalah Goa Jepang Binsari Dan Yang Kedua Adalah Goa Jepang Lima Kamar. Goa Yang Sempat Saya Kunjungi Adalah Goa Binsari Karena Lokasinya Dekat Dengan Pusat Kota Biak. Berbagai Koleksi barang dan benda di goa jepang Biak Goa Jepang Binsari Memang Sangat Terasa Aura Mistisnya, Bahkan Saat Saya Tiba Di Mulut Goa, Bulu Kuduk Saya Langsung Berdiri. Goa Ini Amat Terasa Angker Terlebih Berada Di Bawah Pepohonan Rindang Di Tengah Hutan. Saat Saya Searching Dan Ngobrol Dengan Wisatawan Lainnya, Ternyata Saya Baru Tau Jika Goa Ini Adalah Bekas Benteng Pertahanan Tentara Jepang Melawan Tentara Sekutu Saat Perang Dunia Ke-2. Petugas Setempat Menginfokan Jika Goa Ini Mempunyai Lorong Yang Tembus Hingga Gua Jepang Lima Kamar Sepanjang 5-6 Km. Sekitar Tahun 1944, Tentara Sekutu Yang Berada Di Bawah Kepemimpinan Jenderal Douglas Mcarthur Mengatahui Jika Pusat Logistik Tentara Jepang Berada Di Biak Maka Sekutu Langsung Menjatuhkan Bom Dan Drum-Drum Bahan Bakar Di Atas Gua Binsari Ini. Konon Ada Kurang Lebih Dari Tentara Jepang Tewas Di Tempat Tersebut. 35. Pantai Pelabuhan Ratu Pantai Pelabuhan Ratu – foto ig laningjoe Menjadi Salah Satu Pantai Paling Horor Di Indonesia, Pantai Pelabuhan Ratu Yang Ada Di Sukabumi Ini Terkenal Cukup Mistis Dan Sering Kali Dikaitkan Dengan Tokoh Legendaris Nyai Roro Kidul. Pada Masyarakat Pesisir Selatan, Dan Jawa Pada Umumnya Beredar Cerita Mengenai Pantai Pelabuhan Ratu Dikuasai Oleh Nyi Roro Kidul. Pantai Karang Hawu Yang Merupakan Bagian Dari Teluk Pelabuhan Ratu Dipercaya Sebagai Singgasana Gaib Sang Ratu. Pantai Pelabuhan Ratu Dipercayai Sebagai Pintu Masuk Kerajaan Gaib. Banyak Orang Yang Penasaran Untuk Memasuki Alam Lain Itu. Namun Menurut Kepercayaan Warga Setempat Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Bisa Masuk. Salah Satu Larangan Yang Tidak Boleh Dilanggar Di Pantai Pelabuhan Ratu Adalah Larangan Menggunakan Pakaian Dengan Warna Hijau. Menurut Kepercayaan Masyarakat, Hijau Adalah Warna Kesukaan Nyi Roro Kidul. Salah Satu Hal Yang Juga Menjadi Misteri Adalah Keberadaan Kamar 308 Yang Ada Di Hotel Inna Samudera. Kamar Tersebut Memiliki Interior Hijau Yang Merupakan Warna Kesukaan Ratu Pantai Selatan. Di Dalam Kamar Itu Juga Terdapat Lukisan Nyi Roro Kidul. Lukisan Tersebut Dibuat Oleh Maestro Basuki Abdullah. Pengunjung Bisa Datang Melihat Kamar Tersebut. 36. Gunung Salak Gunung Salak – foto ig adon_skuyyy Gunung Salak merupakan kompleks gunung berapi yang terletak di selatan Jakarta, di Pulau Jawa. Kawasan rangkaian gunung ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terdapat sejumlah kawah aktif yang tidak berada di puncak. Kawah terbesar, Kawah Ratu, merupakan kawah termuda. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup merupakan bagian dari sistem Kawah Ratu. Gunung Salak, meskipun tergolong sebagai gunung yang rendah, akan tetapi memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi, baik karena karakteristik vegetasi maupun medannya. Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur. Puncak yang paling sering didaki adalah Puncak Salak II dan Salak I. Kawasan pegunungan ini termasuk kawasan yang harus dihindari oleh para penerbang, baik pesawat kecil maupun besar. Kondisi geologi dan topografi yang penuh lembah tertutup vegetasi, disertai dengan cuaca terutama turunnya kabut yang sangat cepat berubah, sangat membahayakan penerbangan. Oleh kalangan penerbangan gunung ini tergolong “gunung maut” karena catatan kecelakaan penerbangan yang panjang. Kecelakaan terakhir dan terbesar adalah menabraknya pesawat penumpang sipil Sukhoi Superjet 100 pada tebing gunung pada tahun 2012. 37. Pulau Onrust Pulau Onrust pulau bersejarah di Jakarta – foto id Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari. Pada masa kolonial Belanda, rakyat sekitar menyebut pulau ini adalah Pulau Kapal karena di pulau ini sering sekali dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Nama Onrust’ sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti Tidak Pernah Beristirahat’ atau dalam bahasa Inggrisnya adalah Unrest’. Ada sumber lain yg mengatakan bahwa nama Onrust tersebut diambil dari nama penghuni pulau yang masih keturunan bangsawan Belanda, yaitu Baas Onrust Cornelis van der Walck. Karena Kawasan Pulau Onrust Adalah Kawasan Sejarah Yang Berjaya Pada Masa Kolonial Maka Sering Terjadi Penampakan Hantu-Hantu Orang Belanda Dan Korban Kekejamnya. 38. Gunung Rinjani jalur pendakian ke puncak gunung rinjani Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian m dpl ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi ha ke arah barat dan timur. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Gunung Ini Sering Menjadi Salah Satu Gunung Yang Memakan Banyak Korban Selama Pendakian Berlangsung Dan Bahkan Banyak Diantaranya Yang Tdak Ditemukan Jasadnya. 39. Goa Jepang Bandung Goa Jepang Bandung – foto ig triamora pada masa penjajahan jepang banyak sekali menyisakan tempat bersejarah yang akhirnya dijadikan museum atau dijadikan cagar alam. salah satunya adalah goa yang ada di kota bandung atau yang sering disebut goa jepang bandung. Gua atau Goa Jepang Bandung ini terletak di Taman Hutan Ir. Juanda, Dago Atas, Bandung. Gua Jepan Bandung ini dibangun pada tahun 1942. Gua Jepang berada di dalam rimbunnya hutan rakyat yang diresmikan pertama kali 23 Agustus 1965 oleh Gubernur Jawa Barat Brigjen Purn. Mashudi dengan nama Taman Wisata. Kemudian berganti nama menjadi Taman Hutan Ir. H. Djuanda setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 14 Januari 1985. Taman hutan ini dibuka untuk umum sebagai lokasi wisata. Lokasi Gua Jepang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, letaknya sekitar 300 meter dari pintu gerbang utama. Ukuran gua yang cukup besar ditambah dengan lorong-lorong ventilasi udara di beberapa sudut, mengakibatkan suasana di dalam gua tidaklah pengap, tetapi agak gelap sekaligus seram. Di gua Jepang terdapat empat lorong untuk masuk. Konon katanya, lorong kedua dan ketiga sebagai lorong jebakan. Sekaligus sebagai tempat pertahanan Jepang. 40. Gunung Kerinci danau gunung tujuh kerinci jambi – foto ig fakhrianindita_photograph Gunung Kerinci Adalah Gunung Tertinggi Di Sumatra, Gunung Berapi Tertinggi Di Indonesia, Dan Puncak Tertinggi Di Indonesia Di Luar Papua. Gunung Kerinci Terletak Tepat Di Perbatasan Antara Provinsi Sumatera Barat Dengan Provinsi Jambi, Di Pegunungan Bukit Barisan, Dekat Pantai Barat, Dan Terletak Sekitar 130 Km Sebelah Selatan Padang Provinsi Sumatra Barat. Gunung Ini Juga Menjadi Batas Antara Wilayah Etnis Minangkabau Dengan Suku Kerinci Yang Dikelilingi Hutan Lebat Taman Nasional Kerinci Seblat Dan Merupakan Habitat Harimau Sumatra Dan Badak Sumatra. Puncak Gunung Kerinci Berada Pada Ketinggian Mdpl, Di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Di Sini Pengunjung Dapat Melihat Di Kejauhan Membentang Pemandangan Indah Kota Jambi, Padang, Dan Bengkulu. Gunung Ini Menjadi Salah Satu Gunung Paling Angker Yang Menyimpan Banyak Sekali Misteri Baik Di Jalur Pendakianya Maupun Di Puncaknya Yang Curam. Tak Heran Banyak Korban Yang Hlang Dan Meninggal Di Gunung Ini. ** Setelah Membaca Tentang 40 Tempat Wisata Mistis Dan Magis Di Indonesia, Apa Yang Anda Rasakan? Merinding Atau Malah Penasaran Ingin Mengunjungi Semua Tempat Tersebut? Siapkan Nyali Ya Supaya Kalian Tidak Ketakutan Ketika Berada Di Lokasi Wisata Tersebut. Tapi Sebenarnya Banyak Tempat Wisata Yang Masuk Kedalam List Diatas Masih Tergolong Wisata Aman Dan Nyaman Bagi Pengunjung Umum Seperti Salah Satunya Museum Fatahilah Dan Benteng. Namun Kembali Lagi Tempat Wisata Diatas Akan Terasa Mencekam Atau Horor Jika Kita Mengetahui Kisah Dibaliknya Atau Bagi Mereka Yang Mempunyai Indra Ke Enam Yang Lebih Peka.
Sejarah IndonesiaModul Pembelajaran SejarahSIFAT PENDUDUKANJEPANG DAN RESPONBANGSA INDONESIAUntuk Siswa Kelas XI Semester 1Siti Solechatul Jannah SMA/MA/190210302041 SMK/MAK KELAS XIPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA SEJARAH INDONESIA KELAS XI PENYUSUN Siti Solechatul Jannah 190210302041 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2021 1KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-Nyasehingga saya dapat menyelesaikan modul Sejarah Indonesia untuk peserta didik kelas11 SMA. Modul ini disusun berdasarkan kurikulum 2013 yang lebih menempatkanpeserta didik sebagai pusat kegiatan belajar. Modul ini juga dilengkapi latihan soaluntuk menguji pemahaman peserta didik terkait dengan materi yang terdapat padamodul. Dalam modul Sejarah Indonesia ini akan dibahas mengenai "Sifat PendudukanJepang dan Respon Bangsa Indonesia". Saya menyadari masih banyak kekurangandalam penyusunan modul ini. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dansaran demi perbaikan dan kesempurnaan modul ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantuproses penyelesaian modul ini, terutama dosen pengampu mata kuliah "PerencanaanPembelajaran Bidang Studi", yaitu Ibu Dr. Nurul Umamah, dan Ibu Riza AfitaSurya, yang telah membimbing penyusunan dalam pembuatan modul modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya para peserta didik. Kediri, November 2021 Penulis 2DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ............................................................................................................... 2DAFTAR ISI.............................................................................................................................3PETA KONSEP ....................................................................................................................... 4KOMPETENSI ......................................................................................................................... 5 KOMPETENSI INTI..............................................................................................................5 KOMPETENSI DASAR.........................................................................................................6 INDIKATOR.........................................................................................................................6TUJUAN PEMBELAJARAN....................................................................................................7 TUJUAN UMUM..................................................................................................................7 TUJUAN KHUSUS ............................................................................................................... 7PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL.....................................................................................8KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 SIFAT PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA............9 A. Awal Pendudukan Jepang di Indonesia..........................................................................9 B. Pemerintahan Militer dan Sipil Jepang di Indonesia......................................................11 C. Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang.........................................................13 D. Praktek Pengerahan dan Penindasan Jepang.................................................................21KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 RESPON BANGSA INDONESIA TERHADAPPENDUDUKAN JEPANG......................................................................................................28 A. Perlawanan Rakyat Aceh ........................................................................................... 28 B. Perlawanan Rakyat Singaparna...................................................................................30 C. Perlawanan di Indramayu...........................................................................................31 D. Rakyat Kalimantan Angkat Senjata.............................................................................32 E. Rakyat Irian Melawan................................................................................................32 F. Perlawanan Peta........................................................................................................33KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA .... 37 A. Dampak dalam Bidang Politik....................................................................................37 B. Dampak dalam Bidang Sosial Budaya.........................................................................38 C. Dampak dalam Bidang Ekonomi.................................................................................39 D. Dampak dalam Bidang Pendidikan..............................................................................39 E. Dampak dalam Bidang Militer....................................................................................40UJI KOMPETENSI.................................................................................................................42DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................48PROFIL PENULIS ................................................................................................................. 49 3PETA KONSEP PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA SIFAT RESPON BANGSA DAMPAK PENDUDUKAN INDONESIA PENDUDUKAN JEPANG Perlawanan Rakyat JEPANG Aceh Awal Pendudukan Dampak dalam Jepang di Indonesia Perlawanan Rakyat Bidang Politik SingaparnaPemerintahan Militer Dampak dalam & Sipil Jepang Perlawanan Bidang Sosial-Budaya Indramayu Organisasi Dampak dalam Pergerakan Masa Perlawanan Rakyat Bidang EkonomiPendudukan Jepang Kalimantan Dampak dalamPraktek Pengerahan Perlawanan Rakyat Bidang Pendidikan dan Penindasan Irian Jepang Dampak dalam Perlawanan PETA Bidang Militer 4KOMPETENSIKOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli gotong royong, kerjasama, toleran, damai, santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. 5KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR Menganalisis sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia Menalar sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah INDIKATOR Menganalisis sifat pendudukan Jepang di Indonesia Menganalisis respon bangsa Indonesia terhadap pendudukan Jepang di Indonesia Menganalisis dampak pendudukan Jepang di Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial-budaya, pendidikan, dan militer Menyajikan hasil rekonstruksi berupa cerita sejarah tentang sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia 6TUJUAN PEMBELAJARAN TUJUAN UMUM Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa IndonesiaTUJUAN KHUSUS Setelah menggunakan Modul Elektroniktentang Sifat Pendudukan Jepang dan Respon Bangsa Indonesia, peserta didik diharapkan mampu a. menganalisis sifat pendudukan Jepang di Indonesia secara kritis, komunikatif, dan pro aktif; b. menganalisis respon bangsa Indonesia terhadap pendudukan Jepang secara kritis; c. menganalisis dampak pendudukan Jepang di Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial-budaya, pendidikan, dan militer secara kritis. d. merekonstruksi sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia secara kreatif. 7PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETUNJUK BAGI PESERTA DIDIK Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, maka langkah- langkah yang perlu dilaksanakan dalam modul ini antara lain 1. Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada materi yang belum jelas, peserta didik dapat bertanya pada pendidik. 2. Kerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. 3. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada BAGI PENDIDIK Dalam setiap kegiatan belajar pendidik berperan untuk 1. Membantu peserta didik dalam merencanakan proses belajar 2. Membimbing peserta didik dalam memahami konsep, analisa, dan menjawab pertanyaan peserta didik mengenai proses belajar 3. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok. 8KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 SIFAT PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIAA. Awal Pendudukan Jepang di Indonesia Pearl Harbour Porak Poranda Tanggal 7 Desember 1941, terjadi peristiwa besar, yakni Jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut di Pearl Harbour, Hawai. Nah, aksi Jepang ini merupakan sebuah gerakan invasi militer yang kemudian dengan cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara. Sehingga di Januari-Februari tahun 1942, Jepang telah menduduki Filipina, Pontianak, Balikpapan, Palembang, Tarakan Kalimantan Timur, dan Samarinda, yang mana waktu itu bangsa Belanda masih berada di wilayah Indonesia. Bahkan beberapa minggu kemudian, Jepang telah berhasil mendarat di Pulau Jawa, tepatnya di Teluk Banten pada tanggal 1 Maret 1942, kemudian juga di Kragan Jawa Timur, dan di Eretan Jawa Barat. Nah setelah itu, tanggal 5 Maret 1942 kota Batavia telah jatuh ke tangan Jepang, hingga akhirnya tanggal 8 Maret 1942 Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang. Penyerahan kekuasaan kepada Jepang oleh Belanda dilakukan melalui sebuah upacara di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Gubernur Jenderal Tjardaan Starkenborgh dan Jenderal Ter Poorten menjadi wakil Belanda dalam upacara tersebut, kemudian Jenderal Hitoshi Imamura menjadi wakil dari Jepang. Dengan berakhirnya upacara penyerahan tersebut, secara otomatis kemudian, Indonesia berada di bawah jajahan pendudukan Jepang. Dan dari sinilah penderitaan bangsa Indonesia memulai babak baru, dan kalian tentunya bisa membayangkan nasib bangsa Indonesia setelah itu. Dimulainya penjajahan Jepang di Indonesia menjadi mimpi buruk bagi bangsa Indonesia. Politik imperialisme Jepang, bukan hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya alamnya saja, akan tetapi manusianya juga. Jepang melakukan eksploitasi sampai tingkat pedesaan. Sumber-sumber kekayaan alam Indonesia dan juga tenaga masyarakat Indonesia dikuras oleh Jepang. Untuk 9memenuhi semua kebutuhan perangnya. Jepang melakukan berbagai cara, mulaidari propaganda, janji-janji manis, hingga cara-cara Tua diterima di Indonesia Masa awal kedatangan Jepang, dimana-mana terdengar ucapan “banzai-banzai†selamat datang-selamat datang. Setiap kali Radio Tokyomemperdengarkan lagu Kimigayo lagu kebangsaan Jepang maka juga akanterdengar lagu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih juga boleh dikibarkanberdampingan dengan Bendera Jepang, Hinomaru. Melalui siaran radio, jugadipropagandakan bahwa barang-barang buatan Jepang itu menarik dan murahharganya, sehingga mudah bagi rakyat Indonesia untuk tentara Jepang pandaimerayu, Tentara Jepang jugamempropagandakan bahwakedatangannya ke Indonesia untukmembebaskan rakyat dari cengkeramanpenjajahan bangsa Barat Belanda.Katanya Jepang juga akan membantumemajukan rakyat Indonesia. Melaluiprogram Pan-Asia, Jepang akanmemajukan dan menyatukan seluruhrakyat Asia. Untuk lebih meyakinkanrakyat Indonesia, Jepang menegaskankembali bahwa Jepang tidak lain adalah“saudara tuaâ€, dan rakyat Indonesiaadalah “saudara muda†bagi Jepang dan Indonesia sama. Bahkan untuk meneguhkan progandanya tentangPan-Asia, Jepang berusaha membentuk perkumpulan yang diberi nama “GerakanTiga Aâ€. Tahukah kamu apa itu gerakan 3A? Gerakan 3A adalah gerakan yangdipropagandakan oleh tentara Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia. 10Gerakan 3A berisi Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia dan Nippon Pemimpin Asia. Nippon adalah sebutan lain negara Jepang, yang berarti ‘matahari’. Dengan segala bentuk propaganda manis tersebut, tidak heran jika kedatangan Jepang di masa- masa awal, disambut gembira oleh rakyat Indonesia. Jepang mendatangkan harapan bahwa Jepang benar-benar akan membebaskan Indonesia dari penjajahan. “Saudara tua†diterima baik oleh rakyat Indonesia. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, sifat pendudukan Jepang memperlihatkan bentuk aslinya. Sifat baik yang diperlihatkannya di masa awal, pelan-pelan bergeser menjadi praktek penjajahan yang kejam dan mendatangkan penyiksaan bagi rakyat Pemerintahan Militer dan Sipil Jepang di Indonesia Pada pertengahan tahun 1942 timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran termasuk semimiliter. Oleh karena itu, pemerintah Jepang di Indonesia kemudian membentuk pemerintahan militer. Di seluruh Kepulauan Indonesia bekas Hindia Belanda itu wilayahnya dibagi menjadi tiga wilayah pemerintahan militer. 1 WILAYAH I Angkatan Darat Gunseibu, Mencakup Jawa & Madura di mana Batavia menjadi pusatnya. Wilayah ini menjadi wewenang tentara ke-16 di bawah pimpinan Hitoshi Imamura. 112 WILAYAH II Angkatan Darat Rikugun, mencakup wilayah-wilayah di Sumatera dengan pusat Bukittinggi. Wilayah ini di menjadi wewenang tentara ke-25 di mana tokoh yang memimpin bernama Jendral WILAYAH III Angkatan Laut Kaigun, mencakup Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara juga Irian yang berpusat pada Makassar. Wilayah ini menjadi wewenang armada selatatan ke-2 di bawah kepemimpinan Laksamana Maeda. Pembagian administrasi wilayah pendudukan semacam itu tentu juga terkaitdengan perbedaan kepentingan Jepang terhadap tiap-tiap daerah di Indonesia, baikdari segi militer maupun politik ekonomi. Pulau Jawa yang merupakan pusatpemerintahan yang sangat penting waktu itu masih diberlakukan pemerintahansementara. Hal ini berdasarkan Osamu Seirei Undang-Undang yang dikeluarkanoleh Panglima Tentara Ke-16. Selain pemerintahan militer, Jepang juga membentuk pemerintahan sipiluntuk medukung jalannya pemerintahan Jepang di Indonesia. Pemerintahan militerberusaha meningkatkan sistem pemerintahan, antara lain dengan mengeluarkan UUNo. 27 tentang aturan pemerintahan daerah dan dimantapkan dengan UU No. 28tentang pemerintahan shu serta tokubetsushi. Dengan UU tersebut, pemerintahanakan dilengkapi dengan pemerintahan sipil. Menurut UU No. 28 ini, pemerintahandaerah yang tertinggi adalah shu karesidenan. Seluruh Pulau Jawa dan Madura,kecuali Kochi Yogyakarta dan Kochi Surakarta, dibagi menjadi daerah-daerah shukaresidenan, shi kotapraja, ken kabupaten, gun kawedanan, son kecamatan,dan ku desa/kelurahan. Seluruh Pulau Jawa dan Madura dibagi menjadi 17 shu. Pemerintahan shu itu dipimpin oleh seorang shucokan. Shucokan memilikikekuasaan seperti gubenur pada zaman Hindia Belanda meliputi kekuasaanlegislatif dan eksekutif. Dalam menjalankan pemerintahan shucokan dibantu olehCokan Kanbo Majelis Permusyawaratan Shu. Setiap Cokan Kanbo ini memilikitiga bu bagian, yakni Naiseibu bagian pemerintahan umum, Kaisaibu bagianekonomi, dan Keisatsubu bagian kepolisian. Pemerintah pendudukan Jepangjuga membentuk sebuah kota yang dianggap memiliki posisi sangat pentingsehingga menjadi daerah semacam daerah swatantra otonomi. Daerah ini disebut 12tokubetsushi kota istimewa, yang posisi dan kewenangannya seperti shu yang berada langsung di bawah pengawasan gunseikan. Sebagai contoh adalah Kota Batavia, sebagai Batavia Tokubetsushi di bawah pimpinan Tokubetu shico. Pemerintah Jepang juga membentuk tonarigumi, yang pada masa sekarang ini kita kenal dengan Rukun Tetangga RT. Tanorigumi ini digunakan oleh pemerintah Jepang untuk mengawasi gerak-gerik rakyat agar dapat dipantau oleh pemerintah Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang a. Organisasi Sosial Kemasyarakatan Jepang 1 Gerakan 3A Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Gerakan Tiga A 3A punya tiga semboyan yakni Nippon Pelindung Asia Nippon Pemimpin Asia Nippon Cahaya Asia. Gerakan Tiga A ini didirikan pada tanggal 29 April 1942, tepat dengan Hari Nasional Jepang yakni kelahiran Tencosetsu Kaisar Hirohito. Gerakan ini dipelopori oleh Kepala Departemen Propaganda Sendenbu Jepang, Hitoshi Shimizu. Hitoshi Shimizu menunjuk tokoh pergerakan nasional, Mr Syamsudin Raden Sjamsoeddin sebagai Ketua. Gerakan Tiga A 3A tidak bertahan lama. Ini dikarenakan rakyat kurang bersimpati. Gerakan ini terlalu menonjolkan Jepang dan bukan gerakan kebangsaan. Bagi golongan intelektual yang bergerak dalam politik Tiga A 3A, gerakan ini juga dianggap kurang menarik karena tidak ada manfaat dalam perjuangan mencapai cita-cita kemerdekaan. Maka pada akhir 1942, Gerakan Tiga A 3A dibubarkan. 2 Putera Pusat Tenaga Rakyat 13Tokoh Empat Serangkai, Soekarno, Moh Hatta, KH Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara para pemimpin Putera Sebagai ganti Gerakan Tiga A yang dibubarkan karena tidak efektif, Jepang memprakarsai Pusat Tenaga Rakyat atau Putera. Putera dipimpin oleh tokoh nasional yang kerap dijuluki Empat Serangkai. Empat Dengan restu Jepang, Putera pun didirikan pada 16 April 1943. Tujuan Putera adalah membangun dan menghidupkan kembali hal-hal yang dihancurkan Belanda. Menurut Jepang, Putera bertugas untuk memusatkan segala potensi rakyat guna membantu Jepang dalam perang. Selain tugas propaganda, Putera juga bertugas memperbaiki bidang sosial ekonomi. Gerakan ini tidak dibiayai pemerintah Jepang. Walaupun demikian, para pemimpin bangsa diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas Jepang seperti koran dan radio. Dengan cara ini, para pemimpin dapat berkomunikasi secara leluasa kepada rakyat. Pada akhirnya, gerakan ini ternyata berhasil mempersiapkan mental masyarakat untuk menyambut kemerdekaan dua tahun kemudian. Jepang menyadari Putera lebih banyak menguntungkan bagi pergerakan Nasional dibanding kepentingan Jepang sendiri. Maka pada 1944, Jepang membubarkan Fujinkai Dikutip dari Konflik Bersejarah Ensiklopedi Pendudukan Jepang di Indonesia 2013, Fujinkai awalnya bagian wanita dari Putera. Setelah Putera dibubarkan, Jepang mempertahankan bagian wanitanya. Bagian wanita itu dibuat organisasi sendiri pada Agustus 1943 bernama Fujinkai. Selain beranggotakan para ibu, Fujinkai juga punya Bagian Pemudi yang bernama 14Josi Saimentai. Anggotanya para gadis yang berusia di atas 15 tahun. Fujinkai bertugas meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Anggotanya menggelar kegitan pendidikan dan kursus-kursus. Anggota Fujinkai dilatih membuat dapur umum dan pertolongan pertama. Mereka juga melakukan kinrohoshi atau kerja bakti wajib kerja tanpa upah. Para wanita dikerahkan bercocok tanam sebab para pria yang tadinya menggarap ladang, dikerahkan untuk urusan militer. Anggota Fujinkai juga diminta mengumpulkan dana wajib. Dana wajib ini berupa perhiasan, bahan makanan, hewan ternak, maupun keperluan lain yang bisa digunakan untuk membiayai perang Jepang. Ketika situasi perang memanas, Fujinkai juga diberi latihan militer sederhana. Bahkan pada April 1944 Fujinkai membentuk Barisan Wanita Istimewa yang disebut sebagai Barisan MIAI Majelis Islam A’la Indonesia Pimpinan Harian MIAI Mr. Kasman Singodimejo, Mas Mansur, dan Harsono Tjokroaminoto Sumber Republika 15Sebuah organisasi Islam MIAI yang cukup berpengaruh pada masapemerintah kolonial Belanda, mulai dihidupkan kembali oleh pemerintahpendudukan Jepang. Pada tanggal 4 September 1942 MIAI diizinkan aktifkembali. Dengan demikian, MIAI diharapkan segera dapat digerakkansehingga umat Islam di Indonesia dapat dimobilisasi untuk keperluan diaktifkannya kembali MIAI, maka MIAI menjadi organisasipergerakan yang cukup penting di zaman pendudukan Jepang. MIAI menjaditempat bersilaturakhim, menjadi wadah tempat berdialog, danbermusyawarah untuk membahas berbagai hal yang menyangkut kehidupanumat. Adapun tugas dan tujuan MIAI waktu itu adalah sebagai berikutâ— Menempatkan umat Islam pada kedudukan yang layak dalam masyarakat Mengharmoniskan Islam dengan tuntutan perkembangan Ikut membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. Untuk merealisasikan tujuan dan melaksanakan tugas itu, MIAImembuat program yang lebih menitikberatkan pada program-program yangbersifat sosio-religius. Secara khusus program-program itu akan diwujudkanmelalui rencana sebagai berikutâ— pembangunan masjid Agung di Jakarta,â— mendirikan universitas, danâ— membentuk ketiga program ini yang mendapatkan lampu hijau dari Jepang hanyaprogram yang ketiga. Coba perhatikan! Mengapa Jepang tidak memberi “restu†MIAI membangun masjid agung dan universitas? Coba cari jawabnya! 16November 1943 MIAI dibubarkan. Sebagai penggantinya, Jepang membentuk Masyumi Majelis Syura Muslimin Indonesia. Harapan dari pembentukan majelis ini adalah agar Jepang dapat mengumpulkan dana dan dapat menggerakkan umat Islam untuk menopang kegiatan perang Asia Timur Raya. Ketua Masyumi ini adalah Hasyim Asy’ari dan wakil ketuanya dijabat oleh Mas Mansur dan Wahid Hasyim. Orang yang diangkat menjadi penasihat dalam organisasi ini adalah Ki Bagus Hadikusumo dan Abdul Jawa Hokokai Anggota Jawa Hokokai Sumber Tahun 1944, situasi Perang Asia Timur Raya mulai berbalik, tentara Sekutu dapat mengalahkan tentara Jepang di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan kedudukan Jepang di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Panglima Tentara ke-16, Jenderal Kumaikici Harada membentuk organisasi baru yang diberi nama Jawa Hokokai Himpunan Kebaktian Jawa. Untuk menghadapi situasi perang tersebut, Jepang membutuhkan persatuan dan semangat segenap rakyat baik lahir maupun batin. Rakyat diharapkan memberikan darma baktinya terhadap pemerintah demi kemenangan perang. Kebaktian yang dimaksud memuat tiga hal â— mengorbankan diri, â— mempertebal persaudaraan, dan â— melaksanakan suatu tindakan dengan bukti. 17Adapun program-program kegiatan Jawa Hokokai sebagai berikut â— melaksanakan segala tindakan dengan nyata dan ikhlas demi pemerintah Jepang â— memimpin rakyat untuk mengembangkan tenaganya berdasarkan â— semangat persaudaraan, dan â— memperkokoh pembelaan tanah air Jawa Hokokai adalah organisasi pusat yang anggota-anggotanya terdiri atas bermacam-macam hokokai himpunan kebaktian sesuai dengan bidang profesinya. Misalnya Kyoiku Hokokai kebaktian para pendidik guru-guru dan Isi Hokokai wadah kebaktian para dokter. Jawa Hokokai juga mempunyai anggota istimewa, seperti Fujinkai organisasi wanita, dan Keimin Organisasi Semi Militer Jepang 1 Seinendan Seinendan atau barisan pemuda dibentuk pada tanggal 9 maret 1943. Organisasi ini beranggotakan para pemuda yang berusia 14-22 tahun. Pada awalnya, anggota Seinendan orang pemuda dari seluruh Jawa. Tujuan dibentuknya Seinendan adalah untuk mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri. Bagi Jepang, untuk mendapatkan tenaga cadangan guna memperkuat usaha mencapai kemenangan dalam perang Asia Timur Raya, perlu diadakannya pengerahan kekuatan pemuda. Oleh karena itu, Jepang melatih para pemuda 18atau para remaja melalui organisasi Seinendan. Dalam hal ini Seinendan difungsikan sebagai barisan cadangan yang mengamankan garis Keibodan Organisasi Keibodan Korps Kewaspadaan merupakan organisasi semimiliter yang anggotanya para pemuda yang berusia antara 25-35 tahun. Ketentuan utama untuk dapat masuk Keibodan adalah mereka yang berbadan sehat dan berkelakuan baik. Apabila dilihat dari usianya, para anggota Keibodan sudah lebih matang dan siap untuk membantu Jepang dalam keamanan dan ketertiban. Pembentukan Keibodan ini memang dimaksudkan untuk membantu tugas polisi, misalnya menjaga lalu lintas dan pengamanan desa. Untuk itu anggota Keibodan juga dilatih kemiliteran. Pembina keibodan adalah Departemen Kepolisian Keimubu dan di daerah syu shu dibina oleh Bagian Kepolisian Keisatsubu. Di kalangan orang-orang Cina juga dibentuk Keibodan yang dinamakan Kakyo Barisan Pelopor Pada pertengahan tahun 1944, diadakan rapat Chuo-Sangi-In Dewan Pertimbangan Pusat. Salah satu keputusan rapat tersebut adalah merumuskan cara untuk menumbuhkan keinsyafan dan kesadaran yang mendalam di kalangan rakyat untuk memenuhi kewajiban dan membangun persaudaraan untuk seluruh rakyat dalam rangka mempertahankan tanah airnya dari serangan musuh. Sebagai wujud konkret dari kesimpulan rapat itu maka pada tanggal 1 November 1944, Jepang membentuk organisasi baru yang dinamakan “Barisan Peloporâ€. Melalui organisasi ini diharapkan adanya kesadaran rakyat untuk berkembang, sehingga siap untuk membantu Jepang dalam mempertahankan semimiliter “Barisan Pelopor†ini tergolong unik karena pemimpinnya adalah seorang nasionalis, yakni Ir. Sukarno, yang dibantu oleh Suroso, Otto Iskandardinata, dan Buntaran Martoatmojo. 194 Hisbullah Pada tanggal 15 Desember 1944 berdiri pasukan sukarelawan pemuda Islam yang dinamakan Hizbullah Tentara Allah yang dalam istilah Jepangnya disebut Kaikyo Seinen Teishinti. Tugas pokok Hizbullah adalah sebagai berikut 1. Sebagai tentara cadangan, dengan tugas â— melatih diri jasmani maupun rohani dengan segiat-giat nya, â— membantu tentara Dai Nippon â— menjaga bahaya udara dan mengintai mata-mata musuh, dan â— menggiatkan dan menguatkan usaha-usaha untuk kepen tingan perang. 2. Sebagai pemuda Islam, dengan tugas â— menyiarkan agama Islam, â— memimpin umat Islam agar taat menjalankan agama, dan â— membela agama dan umat Islam Organisasi Militer Jepang 1 Heiho Heiho dibentuk pada bulan april 1945. Anggotanya adalah pemudayang berusia 18-25 tahun dengan pendidikan terendah SD. Heiho adalahwadah yang disediakan jepang untuk pemuda indonesia sebagai barisanpembantu kesatuan angkatan perang dan merupakan bagian dari ketentaraanjepang. Heiho merupakan militer Peta 20Peta mula-mula dibentuk di wilayah kekuasaan tentara ke-16 di jawa dan madura. Peta dibentuk secara resmi pada tanggal 3 oktober 1943. Penanggung jawab dari pendidikan latihan-latihan peta adalah Yanagawa. Peta berkembang tidak hanya dijawa, tetapi juga di luar jawa. Di sumatra, peta dikenal dengan sebutan Giyugun prajurit sukarela. Ada keterangan yang menyebutkan bahwa pembentukan peta merupakan permintaan bangsa indonesia kepada jepang atas usul R. Gatot Mangkoepradja. Peta mempunyai tugas mempertahankan tanah air indonesia. Tokoh peta yang terkenal, antara lain soeprijadi, jenderal soedirman, dan jenderal gatot Praktek Pengerahan dan Penindasan Jepang 1. Ekonomi Perang Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, diterapkan konsep “Ekonomi perangâ€. Artinya, semua kekuatan ekonomi di Indonesia digali untuk menopang kegiatan perang. Kamu tahu kan jika sebelum memasuki PD II, Jepang sudah berkembang menjadi negara industri dan sekaligus menjadi kelompok negara imperialis di Asia. Sehingga Jepang mendapat julukan “Macannya Asia†oleh karena itu berbagai upaya untuk memperluas wilayahnya. Sasaran utamanya antara lain Korea dan Indonesia. Jepang telah merancang bahwa ke depannya, Indonesia akan menjadi tempat penjualan produk-produk industrinya. Untuk pemenuhan ekonomi perang di bidang pertanian Jepang mengeluarkan kebijakan antara lain 21a Padi berada langsung di bawah pengawasan pemerintah Jepang. Produksi, pungutan dan penyaluran padi serta menentukan harganya. Dalam kaitan ini Jepang telah membentuk badan yang diberi nama Shokuryo Konri Zimusyo Kantor Pengelolaan Pangan yang menentukan harga padi, pengatur produksi, dan Penggilingan padi dilakukan dibawah pengawasan Jepangc Hasil panen petani diserahkan sebesar pemerintah Jepang sebesar 40% dan 30 % untuk persiapan pembelian bibit dan lumbung desa, sisanya 40% untuk petani. Pengerahan padi pada masa pendudukan Jepang di Indonesia Selama pendudukan Jepang. kehidupan petani semakin merosot. Merekatidak bisa menikmati hasil jerih payahnya sebagai petani. Karena hasilpertaniannya harus dijual dengan harga yang sudah ditentukan Jepang sehinggakehidupannya menjadi semakin menderita. Dengan diterapkannya kebijakan ekonomi perang itu, ekonomi uang yangpernah dikembangkan masa pemerintahan Hindia Belanda tidak begitu Bank dilikuidasi dibentuklah Nanpo Kaihatsu Ginko yang melanjutkantugas dari pemerintah pendudukan Jepang dalam mengedarkan invansion moneyyang dicetak di Jepang dalam tujuh denominasi, mulai dari satu hingga sepuluhgulden. Uang Belanda kemudian digantikan oleh uang Jepang. 22Dengan berbagai ketentuan pemerintah Jepang tersebut, coba bandingkan dengan kegiatan monopoli yang dilakukan pada zaman Hindia Belanda! Adakah persamaannya? Coba lakukan telaah kritis tentang hal itu!2. Kehidupan Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia Pada Masa Jepang Pendidikan yang dikembangkan oleh Jepang didasari oleh semangat pembebasan dan persamaan. Kebijakan ini juga menyebabkan terhapusnya diskriminasi sosial terhadap para pelajar pribumi yang sebelumnya diterapkan oleh Belanda. Sistem pendidikan zaman Jepang yang masih diterapkan oleh negara kita saat ini diantaranya adalah sistem belajar 12 tahun. Saat itu Jepang membuka Sekolah Umum yang terdiri dari Sekolah Rakyat kokumin gakko selama 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama selama 3 tahun dan Sekolah Menengah Atas selama 3 tahun. Jepang juga mengadakan pelatihan bagi para guru yang pesertanya diambil dari berbagai daerah. Dalam pelatihan tersebut, para peserta didoktrin dengan “Hakko Ichiuâ€. Ajaran ini berarti Delapan penjuru dunia dibawah satu atap. Dengan adanya ajaran ini bisa diartikan bahwa Jepang meyakinkan negaranya adalah sebagai pemimpin dalam suatu lingkungan. Setelah melakukan pelatihan, para peserta harus kembali ke daerahnya masing- masing untuk menyampaikan ilmu yang telah diperolehnya selama pelatihan. Guna memperoleh dukungan tokoh pribumi, Jepang mengawalinya dengan menawarkan konsep Putera Tenaga Rakyat di bawah pimpinan Soekarno, M. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan Mas Mansur pada Maret 1943. Konsep ini dirumuskan setelah kegagalan the Triple Movement yang tidak menyertakan wakil tokoh pribumi. Tetapi PTR akhirnya mengalami nasib serupa setahun kemudian. Pasca ini, Jepang tetap merekrut Ki Hajar Dewantoro sebagai penasehat bidang pendidikan mereka. Upaya Jepang mengambil tenaga pribumi ini dilatarbelakangi pengalaman kegagalan sistem pendidikan mereka di Manchuria dan China yang menerapkan sistem Nipponize Jepangisasi. Karena itulah, di Indonesia mereka mencobakan format pendidikan yang mengakomodasi kurikulum berorientasi lokal. 23Kebijakan yang dijalankan Jepang dalam bidang pendidikan didasarkanpada tiga prinsip utama, yakni1 Menata kembali pendidikan berdasarkan keseragaman dan persamaan untuk semua kelompok etnis dan kelas Menghapuskan secara sistematis pengaruh Belanda dari sekolah-sekolah dan menjadikan unsur Indonesia sebagai landasan Menjadikan semua lembaga pendidikan sebagai alat untuk memasukkan doktrin “Kemakmuran Asia Timur Raya†di bawah pimpinan Jepang. Sesuai dengan prinsip pertama pendidikan Jepang, pendidikan tingkatdasar dijadikan hanya satu macam, yakni sekolah dasar 6 tahun. Tujuannya ialahuntuk memudahkan pengawasan terhadap materi pelajaran dan penyelenggaraansekolah-sekolah tersebut. Bila dilihat dari sudut pandang Indonesia, tujuankebijakan ini cukup positif, yakni hilangnya diskriminasi di bidang pendidikan. Sebagai implementasi dari prinsip kedua, pada masa-masa awal, Jepangmembekukan semua kegiatan pendidikan. Hal itu dimaksudkan untuk mengikishabis pengaruh Belanda. Setelah menguasai Indonesia, Jepang menginstruksikan ditutupnyasekolah-sekolah berbahasa Belanda, pelarangan materi tentang Belanda danbahasa-bahasa Eropa lainnya. Termasuk yang harus ditutup adalah HCS,sehingga memaksa peranakan China kembali ke sekolah-sekolah berbahasaMandarin di bawah koordinasi Hua-Chino Tsung Hui, yang berimplikasi padaadanya proses resinification penyadaran dan penegasan identitas sebagaiketurunan bangsa China. Kondisi ini antara lain memaksa para guru untukmentranslasikan buku-buku berbahasa asing kedalam Bahasa Indonesia untukkepentingan proses pembelajaran. Selanjutnya sekolah-sekolah yang bertipeakademis diganti dengan sekolah-sekolah yang bertipe vokasi. Jepang juga melarang pihak swasta mendirikan sekolah lanjutan danuntuk kepentingan kontrol, maka sekolah swasta harus mengajukan izin ulanguntuk dapat beroperasi kembali. Taman Siswa misalnya terpaksa harusmengubah Taman Dewasa menjadi Taman Tani, sementara Taman Guru danTaman Madya tetap tutup. Kebijakan ini menyebabkan terjadinya kemunduran 24yang luar biasa bagi dunia pendidikan dilihat dari aspek kelembagaan danoperasonalisasi pendidikan bidang budaya, beberapa kebijakan yang dikeluarkan Jepangantara lain1 Menerapkan kebudayaanmemberi hormat ke arahmatahari terbit kepada rakyatIndonesia. Dalam masyarakatJepang, kaisar memiliki tempattertinggi, karena diyakinisebagai keturunan DewaMatahari. Untuk itu, Jepangberusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia,dengan cara membungkukkan punggung dalam-dalam seikerei ke arahmatahari Demi mengampu budaya-budayayang ada di Indonesia, makapemerintah pendudukan Jepangakhirnya mendirikan suatu badanyang bernama Keimin BunkeiShidosho. Keimin BunkeiShidosho bertugas memimpin danmenilik budaya umum untukmeningkatkan derajat mutu budaya rakyat asli. 25Keimin Bunkei Sidasho dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain bagian musik, bagian sandiwara, bagian seni tari, dan bagian seni lukis. Karya-karya sastra yang mendukung politik Tiga A atau yang sejenis seperti Tjinta Tanah Stutji karangan Nur Sutan Iskandar; Palawidja karangan Karim Halim adalah karya sastra yang sejalan dengan propaganda Jepang untuk menggelorakan semangat berjuang dan berkorban untuk kepentingan Asia Timur Raya. 3 Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah juga membentuk Rukun Tetangga RT satuan pemerintahan terbawah yang di bentuk pada masa pendudukan Jepang untuk mengawasi aktifivtas warga, serta mendukung kebijakan Politik dan Ekonomi Jepang yang disebut Kejamnya Romusha 26Kamu tahu apa yang dimaksud dengan romusha? Coba cari jawabnya! Perlu diketahui bahwa untuk menopang Perang Asia Timur Raya, Jepangmengerahkan semua tenaga kerja dari Indonesia. Tenaga kerja inilah yangkemudian kita kenal dengan romusha. Mereka dipekerjakan di lingkunganterbuka, misalnya di lingkungan pembangunan kubu-kubu pertahanan, jalanraya, lapangan udara. Pada awalnya, tenaga kerja dikerahkan di Pulau Jawa yangpadat penduduknya, kemudian di kota-kota dibentuk barisan romusha sebagaisarana propaganda. Desa-desa diwajibkan untuk menyiapkan sejumlah tenagaromusha. Panitia pengerahan tersebut disebut Romukyokai , yang ada di setiapdaerah. Rakyat Indonesia yang menjadi romusha itu diperlakukan dengan tidaksenonoh, tanpa mengenal perikemanusiaan. Mereka dipaksa bekerja sejak pagihari sampai petang, tanpa makan dan pelayanan yang cukup. Padahal merekamelakukan pekerjaan kasar yang sangat memerlukan banyak asupan makanandan istirahat. Mereka hanya dapat beristirahat pada malam hari. Kesehatanmereka tidak terurus. Tidak jarang di antara mereka jatuh sakit bahkan matikelaparan. Untuk menutupi kekejamannya dan agar rakyat merasa tidak dirugikan,sejak tahun 1943, Jepang melancarkan kampanye dan propaganda untuk menarikrakyat agar mau berangkat bekerja sebagai romusha. Untuk mengambil hatirakyat, Jepang memberi julukan mereka yang menjadi romusha itu sebagai“Pejuang Ekonomi†atau “Pahlawan Pekerjaâ€. Para romusha itu diibaratkansebagai orang-orang yang sedang menunaikan tugas sucinya untukmemenangkan perang dalam Perang Asia Timur Raya. Pada periode itu sudahsekitar tenaga romusha dikirim ke luar Jawa. Bahkan sampai ke luarnegeri seperti ke Birma, Muangthai, Vietnam, Serawak, dan Malaya. Sebagianbesar dari mereka ada yang kembali ke daerah asal, ada yang tetap tinggal ditempat kerja, tetapi kebanyakan mereka mati di tempat kerja. 27KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 RESPON BANGSA INDONESIA TERHADAP PENDUDUKAN JEPANG Keberhasilan Jepang menguasai beberapa wilayah Indonesia, merupakan akibatdari propaganda-propaganda yang dilakukan oleh Jepang terhadap bangsa Indonesia,tujuannya adalah menarik simpati rakyat supaya dapat membantu dan mendukungJepang yang sedang menghadapi perang dengan Amerika Serikat Blok Sekutu dalamPerang Pasifik sebagai bagian dari Perang Dunia II. Banyak masyarakat yang menderita saat wilayahnya dikuasai oleh Jepang. Halini dikarenakan, mereka dipaksa untuk membuat parit, membuat jalan, membuatlapangan terbang, dan masih banyak lagi, mereka dipaksa oleh Jepang menjadiRomusha. Kalian tahu nggak apa itu romusha? Romusha artinya buruh atau pekerja,adalah sebutan bagi orang-orang yang dipekerjakan secara paksa oleh Jepang pada saatJepang menduduki Indonesia. Simak materi berikut agar pemahaman kalian lebih tajamdan mendalam mengenai sepak terjang Pendudukan Jepang, dan agar kalian paham jugabagaimana respon bangsa Indonesia menghadapi kekejaman Jepang. Penderitaan rakyat tidak berkurang tetapi justru semakin bertambah. Kehidupanrakyat benar-benar menyedihkan. Bahan makanan sulit didapatkan karena banyakpetani yang menjadi pekerja romusha. Gelandangan di kota-kota besar makin tumbuhsubur Tidak jarang mereka mati kelaparan di jalanan atau di bawah jembatan. Penyakitkudis menjangkiti masyarakat. Bahan-bahan pakaian sulit didapatkan, bahkanmasyarakat menggunakan karung goni sebagai bahan pakaian mereka. Obat-obatanjuga sangat sulit didapatkan. Penderitaan rakyat Indonesia semakin tidak karena itu, wajar kalau kemudian muncul berbagai perlawanan terhadappemerintah pendudukan Jepang di Indonesia. Perlawanan-perlawanan tersebut antaralainA. Perlawanan Rakyat Aceh 28Abdul Jalil adalah seorang ulama muda, guru mengaji di daerah Cot Plieng, Provinsi Aceh. Karena melihat kekejaman dan kesewenangan pemerintah pendudukan Jepang, terutama terhadap romusha, maka rakyat Cot Plieng melancarkan perlawanan. Abdul Jalil memimpin rakyat Cot Plieng untuk melawan tindak penindasan dan kekejaman yang dilakukan pendudukan Jepang. Di Lhokseumawe, Abdul Jalil berhasil menggerakkan rakyat dan para santri di sekitar Cot Plieng. Gerakan Abdul Jalil ini di mata Jepang dianggap sebagai tindakan yang sangat membahayakan. Oleh karena itu,Jepang berusaha membujuk Abdul Jalil untuk berdamai. Namun, Abdul Jalilbergeming dengan ajakan damai itu. Karena Abdul Jalil menolak jalan damai, padatanggal 10 ovember 1942, Jepang mengerahkan pasukannya untuk menyerang CotPlieng. Pertempuran kemudian berlanjut hingga pada tanggal 24 November 1942,saat rakyat sedang menjalankan ibadah salat subuh. Karena diserang, maka rakyatpun dengan sekuat tenaga melawan. Rakyat dengan bersenjatakan pedang dankelewang, bertahan bahkan dapat memukul mundur tentara Jepang. Serangantentara Jepang diulang untuk yang kedua kalinya, tetapi dapat digagalkan olehrakyat. Kekuatan Jepang semakin ditingkatkan. Kemudian, Jepang melancarkanserangan untuk yang ketiga kalinya dan berhasil menghancurkan pertahanan rakyatCot Plieng, setelah Jepang membakar masjid. Banyak rakyat pengikut Abdul Jalilyang terbunuh. Dalam keadaan terdesak, Abdul Jalil dan beberapa pengikutnyaberhasil meloloskan diri ke Buloh Blang Ara. Beberapa hari kemudian, saat AbdulJalil dan pengikutnya sedang menjalankan salat, mereka ditembaki oleh tentaraJepang sehingga Abdul Jalil gugur sebagai pahlawan bangsa. 29Dalam pertempuran ini, rakyat yang gugur sebanyak 120 orang dan 150 orang luka-luka, sedangkan Jepang kehilangan 90 orang prajuritnya. Kebencian rakyat Aceh terhadap Jepang semakin meluas sehingga muncul perlawanan di Jangka Buyadi bawah pimpinan perwira Gyugun Abdul Hamid. Dalam situasi perang yang meluas ke berbagai tempat, Jepang mencari cara yang efektif untuk menghentikan perlawanan Abdul Hamid. Jepang menangkap dan menyandera semua anggota keluarga Abdul Hamid. Dengan berat hati akhirnya Abdul Hamid mengakhiri perlawanannya. Berikutnya perlawanan rakyat berkobar di Pandrah Kabupaten Bireuen. Perlawanan disebabkan oleh masalah penyetoran padi dan pengerahan tenaga romusha. Kerja paksa yang diadakan Jepang terlalu memakan waktu panjang sehingga para petani hampir tidak memiliki kesempatan untuk menggarap sawah. Disamping itu, Jepang menancapi bambu runcing di sawah- sawah dengan maksud agar tidak dapat digunakan Sekutu untuk mendaratkan pasukan payungnya. Tindakan Jepang itu sangat merugikan rakyat. Fakta yang memberatkan lagi, Jepang juga memaksa rakyat untuk menyerahkan hasil panennya sebanyak 50 – 80%.B. Perlawanan Rakyat Singaparna Kebijakan-kebijakan Jepang yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat, banyak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, ajaran yang banyak dianut oleh masyarakat Singaparna. Tasikmalaya, Jawa Barat. Atas dasar pandangan dan ajaran Islam, rakyat Singaparna melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Jepang. Perlawanan itu juga dilatarbelakangi oleh kehidupan rakyat yang semakin menderita. Para romusha dari Singaparna dikirim ke berbagai daerah di luar Jawa. Mereka umumnya tidak kembali karena menjadi korban keganasan alam maupun akibat tindakan Jepang yang tidak mengenal perikemanusiaan. Mereka banyak yang meninggal tanpa diketahui di mana kuburnya. Selain itu, rakyat juga diwajibkaan menyerahkan padi dan beras dengan aturan yang sangat menjerat dan menindas rakyat, sehingga penderitaan terjadi di mana-mana. Kemudian secara khusus rakyat 30Singaparna di bawah Kiai Zainal Mustafa menentang keras untuk melakukan seikeirei. Perlawanan meletus pada bulan Februari, 1944,dipimpin oleh seorang Kiai Zainal Mustafa, seorang ajengan tokoh ulama di Sukamanah, Singaparna. Ia adalah pendiri Pesantren Sukamanah. Ia sangat menentang kebijakankebijakan Jepang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Bahkan Zainal Mustafa secara diam-diam telah membentuk “Pasukan Tempur Sukamanah†yang dipimpin oleh ajengan Najminudin. Kiai Zainal Mustafa memulai pertempuran pada salah satu hari Jumat di bulan Februari Perlawanan di Indramayu Perlawanan terhadap kekejaman Jepang juga terjadi di daerah Indramayu. Latar belakang dan sebab-sebab perlawanan itu tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Singaparna. Para petani dan rakyat Indramayu pada umumnya hidup sangat sengsara. Jepang telah bertindak semena-mena terhadap para petani Indramayu. Mereka harus menyerahkan sebagian besar hasil padinya kepada Jepang. Tentu kebijakan ini sangat menyengsarakan rakyat. Begitu juga kebijakan untuk mengerahkan tenaga romusha juga terjadi di Indramayu, sehingga semakin membuat rakyat menderita. Perlawanan rakyat Indramayu antara lain terjadi di Desa Kaplongan, Distrik Karangampel pada bulan April 1944. Kemudian pada bulan Juli, muncul pula perlawanan rakyat di Desa Cidempet, Kecamatan Lohbener. Perlawanan tersebut terjadi karena rakyat merasa tertindas dengan adanya kebijakan penarikan hasil padi yang sangat memberatkan. Rakyat yang baru saja memanen padinya harus langsung dibawa ke balai desa. Setelah itu, pemilik mengajukan permohonan kembali untuk 31mendapat sebagian padi hasil panennya. Rakyat tidak dapat menerima cara-cara Jepang yang demikian. Rakyat protes dan melawan. Mereka bersemboyan “lebih baik mati melawan Jepang daripada mati kelaparanâ€. Setelah kejadian tersebut, maka terjadilah perlawanan yang dilancarkan oleh rakyat. Namun, sekali lagi rakyat tidak mampu melawan kekuatan Jepang yang didukung dengan tentara dan peralatan yang lengkap. Rakyat telah menjadi korban dalam membela bumi tanah Rakyat Kalimantan Angkat Senjata Perlawanan rakyat terhadap kekejaman Jepang terjadi di banyak tempat. Begitu juga di Kalimantan, di sana terjadi peristiwa yang hampir sama dengan apa yang terjadi di Jawa dan Sumatra. Rakyat melawan Jepang karena himpitan penindasan yang dirasakan sangat berat. Salah satu perlawanan di Kalimantan adalah perlawanan yang dipimpin oleh Pang Suma, seorang pemimpin Suku Dayak. Pemimpin Suku Dayak ini memiliki pengaruh yang luas di kalangan orang-orang atau suku-suku dari daerah Tayan, Meliau, dan sekitarnya. Pang Suma dan pengikutnya melancarkan perlawanan terhadap Jepang dengan taktik perang gerilya. Mereka hanya berjumlah sedikit, tetapi dengan bantuan rakyat yang militan dan dengan memanfaatkan keuntungan alam rimba belantara, sungai, rawa, dan daerah yang sulit ditempuh perlawanan berkobar dengan sengitnya. Namun, harus dipahami bahwa di kalangan penduduk juga berkeliaran para mata-mata Jepang yang berasal dari orang-orang Indonesia sendiri. Lebih menyedihkan lagi, para mata-mata itu juga tidak segan-segan menangkap rakyat, melakukan penganiayaan, dan pembunuhan, baik terhadap orang-orang yang dicurigai atau bahkan terhadap saudaranya sendiri. Adanya mata-mata inilah yang sering membuat perlawanan para pejuang Indonesia dapat dikalahkan oleh penjajah. Demikian juga perlawanan rakyat yang dipimpin Pang Suma di Kalimantan ini akhirnya mengalami kegagalan Rakyat Irian Melawan 32Pada masa pendudukan Jepang, penderitaan juga dialami oleh rakyat di Irian. Mereka mendapat pukulan dan penganiayaan yang sering di luar batas kemanusiaan. Oleh karena itu, wajar jika kemudian mereka melancarkan perlawanan terhadap Jepangi. Gerakan perlawanan yang terkenal di Papua adalah “Gerakan Koreri†yang berpusat di Biak dengan pemimpinnya bernama L. Rumkorem. Biak merupakan pusat pergolakan untuk melawan pendudukan Jepang. Rakyat Irian memiliki semangat juang pantang menyerah, sekalipun Jepang sangat kuat, sedangkan rakyat hanya menggunakan senjata seadanya untuk melawan. Rakyat Irian terus memberikan perlawanan di berbagai tempat. Mereka juga tidak memiliki rasa takut. Padahal kalau ada rakyat yang tertangkap, Jepang tidak segan- segan memberi hukuman pancung di depan umum. Namun, rakyat Irian tidak gentar menghadapi semua itu. Mereka melakukan taktik perang gerilya. Tampaknya, Jepang cukup kewalahan menghadapi keberanian dan taktik gerilya orang-orang Irian. Akhirnya, Jepang tidak mampu bertahan menghadapi para pejuang Irian tersebut. Jepang akhirnya meninggalkan Biak. Oleh karena itu, dapat dikatakan Pulau Biak ini merupakan daerah bebas dan merdeka yang pertama di Indonesia. Ternyata perlawanan di tanah Irian ini juga meluas ke berbagai daerah, dari Biak kemudian ke Yapen Selatan. Salah seorang pemimpin perlawanan di daerah ini adalah Silas Papare. Perlawanan di daerah ini berlangsung sangat lama bahkan sampai kemudian tentara Jepang dikalahkan Sekutu. Setelah berjuang bergerilya dalam waktu yang sangat lama, rakyat Yapen Selatan mendapatkan bantuan senjata dari Sekutu, bantuan senjata itu membantu rakyat Yapen Selatan untuk mengalahkan Jepang. Hal tersebut menunjukkan bagaimana keuletan rakyat Irian dalam menghadapi kekejaman pendudukan Perlawanan Peta Yang ada pada benak Jepang adalah memenangkan perang dan upaya mempertahankan Indonesia dari serangan Sekutu. Namun, justru rakyat yang dikorbankan. Rakyat menjadi semakin menderita. Penderitaan demi penderitaan ini mulai terlintas di benak Supriyadi seorang Shodanco PETA. Tumbuhlah semangat dan kesadaran nasional, sehingga timbul rencana untuk melakukan perlawanan 33terhadap Jepang. Sebagai komandan PETA, Supriyadi cukup memahamibagaimana penderitaan rakyat akibat penindasan yang dilakukan Jepang. Halsemacam ini juga dirasakan Supriyadi dan kawankawannya di lingkungan kerap menyaksikan sikap congkak dan sombong dari para syidokan yangmelatih mereka Penderitaan rakyat itulah yang menimbulkan rencana para anggotaPETA di Blitar untuk melancarkan perlawanan terhadap pendudukan Jepang. Pemberontakan PETA di Blitar Sumber Rencana perlawanan itu tampaknya sudah bulat tinggal menunggu waktuyang tepat. Dalam perlawanan PETA tersebut, direncanakan akan melibatkanrakyat dan beberapa kesatuan lain. Apa pun yang terjadi, Supriyadi dengan teman-temannya sudah bertekad bulat untuk melancarkan serangan terhadap pihak Jepang. Pada tanggal 29 Februari 1945 dini hari, Supriyadi dengan teman-temannya mulai bergerak. Mereka melepaskan tembakan mortir, senapan mesin, dan granat dari daidan, lalu keluar dengan bersenjata lengkap. Setelah pihak Jepang mengetahui adanya gerakan penyerbuan itu, mereka segera mendatangkan pasukan yang semuanya orang Jepang. Pasukan Jepang juga dipersenjatai dengan beberapa tank dan pesawat udara. Mereka segera menghalau para anggota PETA yang mencoba melakukan perlawanan. Pimpinan tentara Jepang kemudian menyerukan 34kepada segenap anggota PETA yang melakukan serangan, agar segera kembali keinduk kesatuan masing-masing. Untuk menghadapi perlawanan PETA di bawah pimpinan Supriyadi, Jepangmengerahkan semua pasukannya dan mulai memblokir serta mengepungpertahanan pasukan PETA tersebut. Namun, pasukan Supriyadi tetap semangat, tekad, dan keuletan pasukan Supriyadi dan Muradi tersebut,maka Jepang mulai menggunakan tipu muslihat. Komandan pasukan JepangKolonel Katagiri berpura-pura menyerah kepada pasukan Muradi. Kolonel Katagirikemudian bertukar pikiran dengan anggota pasukan PETA dengan lemah lembut,penuh kesantunan, sehingga hati para pemuda yang telah memuncak panas itu bisamembalik menjadi dingin kembali. Kolonel Katagiri berhasil mengadakan persetujuan dengan mereka. Parapemuda PETA yang melancarkan serangan bersedia kembali ke daidan besertasenjata-senjatanya. Katagiri menjanjikan, bahwa segala sesuatu akan dianggap soalinteren daidan, dan akan diurus oleh Daidanco Surakhmad. Mereka akan diterimakembali dan tidak akan dibawa ke depan pengadilan militer. Dengan hasilkesepakatan itu, maka pada suatu hari kira-kira pukul delapan malam ShodancoMuradi tiba bersama pasukannya kembali ke daidan. Di sini sudah berderet barisanpara perwira di bawah pimpinan Daidanco Surahmad. Sejenak kemudian ShodancoMuradi maju, lapor kepada Daidanco Surakhmad, bahwa pasukannya telahkembali. Mereka juga menyatakan menyesal atas perbuatan melawan Jepang danberjanji untuk setia kepada kesatuannya. Mereka tidak menyadari bahwa telahmasuk perangkap, karena dari tempat-tempat yang gelap pasukan Jepang telahmengepung mereka. Mereka kemudian dilucuti senjatanya dan ditawan, diangkutke Markas KemPETAi Blitar. Ternyata Muradi yang sudah menyerah tetap diadilidan dijatuhi hukuman mati. Kekuatan PETA ini di bawah Supriyadi ini semakin lemah. Tidak terlalulama akhirnya perlawanan PETA di Blitar di bawah pimpinan Supriyadi ini dapatdipadamkan. Tokoh-tokoh dan anggota PETA yang ditangkap kemudian diadili didepan Mahkamah Militer Jepang di Jakarta. Setelah melalui beberapa kalipersidangan, mereka kemudian dijatuhi hukuman sesuai dengan peranan masing- 35masing dalam perlawanan itu. Ada yang mendapat pidana mati, ada yang seumurhidup, dan sebagainya. Mereka yang dipidana mati antara lain, dr. Ismail, Muradiyang sudah disebutkan di atas, Suparyono, Halir Mangkudijoyo, Sunanto, danSudarno. Sementara itu, Supriyadi tidak jelas beritanya dan tidak disebutsebutdalam pengadilan tersebut. 36KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA Kalian tentu sudah menyimak bagaimana praktek pendudukan Jepang diIndonesia. Meski penguasaan Jepang di Indonesia hanya sekitar 3,5 tahun jauh lebihsingkat dibanding dengan penguasaan Belanda di Indonesia namun Jpeang telahmembawa dampak pengaruh yang cukup besar bagi Indonesia, baik dampak negatifmapun positifnya. berikut ini dipaparkan dampak pendudukan Jepang dalam berbagaibidang. Penasaran ??? Ayo... simak lebih jauh!!A. Dampak dalam Bidang Politik 1 Melarang penggunaan bahasa Belanda dan mewajibkan penggunaan bahasa Jepang. Dalam prakteknya, untuk mendapatkan simpati rakyat Indonesia, Jepang juga mengizinkan penggunaan Bahasa Indonesia dan pengibaran bendera Merah Putih. 2 Struktur pemerintahan disusun sesuai keinginan Jepang. 3 Melakukan seikerei setiap upacara bendera, yaitu penghormatan ke arah Tokyo dengan membungkukkan badan 90 derajat untuk Kaisar Jepang Tenno Heika. 4 Membentuk pemerintahan militer dengan angkatan darat dan angkatan laut. 5 Jepang membubarkan organisasi-organisasi politik dan melarang segala jenis rapat dan kegiatan – kegiatan politik. 6 Membentuk organisasi-organisasi sebagai alat propaganda, namun sebagian besar organisasi yang dibentuk oleh Jepang dimanfaatkan tokoh pejuang untuk kepentingan pergerakan nasional. 7 Jepang mendukung semangat anti-Belanda, sehingga mau tak mau ikut mendukung semangat nasionalisme Indonesia. Antara lain menolak pengaruh- pengaruh Belanda, misalnya perubahan nama Batavia menjadi Jakarta. 8 Untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, Jepang mendekati pemimpin nasional Indonesia seperti Sukarno dengan harapan agar Sukarno mau 37membantu Jepang memobilisasi rakyat Indonesia. Pengakuan Jepang ini mengukuhkan posisi para pemimpin nasional Indonesia dan memberikan mereka kesempatan memimpin rakyatnya. 9 Pemerintah Jepang juga menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia yang diucapkan oleh PM Tojo dalam kunjungannya ke Indonesia pada September 1943, dan dari janji inilah Jepang kemudian membentuk BPUPKI dan PPKI. Dengan kehadiran badan ini, memungkinkan Indonesia membentuk hal-hal yang berkaitan dengan persiapan Indonesia merdeka, seperti dasar negara PancasilaB. Dampak dalam Bidang Sosial Budaya 1 Selama masa pendudukan Jepang, kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan. Penderitaan rakyat bertambah karena segala kegiatan rakyat dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan perang Jepang dalam menghadapi musuh-musuhnya. Terlebih rakyat dijadikan pekerja romusha kerja paksa zaman Jepang sehingga banyak jatuh korban akibat kelaparan dan penyakit. 2 Kesulitan proses komunikasi antarpulau dan dunia luar karena semua saluran komunikasi dikendalikan Jepang. 3 Semua nama-nama kota yang menggunakan bahasa Belanda diganti Bahasa Indonesia seperti Batavia menjadi Jakarta dan Buitenzorg menjadi Bogor. 4 Kebijakan Kinrohoshi yaitu tradisi kerja bakti secara massal pada masa pendudukan Jepang. 5 Mendirikan pusat kebudayaan Keimin Bunka Shidoso pada 1 April 1943 untuk mengawasi karya para seniman agar tidak menyimpang dari tujuan Jepang. 6 Kondisi sosial yang sangat parah kesulitan makanan, penyakit dsb menyebabkan maraknya tindak kriminal seperti perampokan, pemerkosaan dan lain-lain. 7 Adanya praktik perbudakan wanita yugun ianfu. Banyak wanita muda Indonesia yang digunakan sebagai wanita penghibur bagi perang Jepang. 388 Pembatasan pers sehingga tidak ada pers yang independent dan pengawasan berada di bawah pengawasan Dampak dalam Bidang Ekonomi 1 Jepang mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk kepentingan perang jepang. 2 Jepang mengmbil secara paksa makanan, pakaian dan pembekalan lainnya dari rakyat Indonesia tanpa kompensasi. 3 Terjadinya inflasi dan krisis ekonomi yang sangat menyengsarakan rakyat. 4 Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang sehingga seluruh potensi SDA dan bahan mentah lainnya digunakan untuk mendukung industri perang. 5 Penerapan sanksi yang berat oleh Jepang dengan menerapkan sistem ekonomi secara ketat. 6 Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan perang 7 Perkebunan-perkebunan diawasi dan dipegang sepenuhnya oleh pemerintah Jepang. Banyak perkebunan yang dirusak dan diganti tanamannya untuk keperluan biaya perang. Rakyat dilarang menanam tebu dan membuat gula. Beberapa perusahaan swasta Jepang yang menangani pabrik gula adalah Meiji Seito Kaisya 8 Masyarakat juga diwajibkan untuk melakukan pekerjaan yang dinilai berguna bagi masyarakat luas, seperti memperbaiki jalan, saluran air, atau menanam pohon jarak. Mereka melakukannya secara bergantian. Untuk mejalankan tugas tersebut dengan baik, maka dibentuklah tonarigumi rukun tetangga untuk memobilisasi massa dengan Dampak dalam Bidang Pendidikan 1 Pada masa pendudukan Jepang, keadaan pendidikan di Indonesia semakin memburuk. Pendidikan tingkat dasar hanya satu, yaitu pendidikan enam tahun. Hal itu sebagai politik Jepang untuk memudahkan pengawasan. 392 Para pelajar wajib mempelajari bahasa Jepang. Mereka juga harus mempelajari adat istiadat Jepang dan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo, serta gerak badan sebelum pelajaran dimulai. 3 Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar di semua sekolah dan dianggap sebagai mata pelajaran wajib 4 Sementara itu, perguruan tinggi di tutup pada tahun 1943. Beberapa perguruan tinggi yang dibuka lagi adalah Perguruan Tinggi Kedokteran Ika Daigaku di Jakarta dan Perguruan Tinggi Teknik Kogyo Daigaku di Bandung. Jepang juga membuka Akademi Pamong Praja Konkoku Gakuin di Jakarta, serta Perguruan Tinggi Hewan di Bogor. Pada saat itu, perkembangan perguruan tinggi benar-benar mengalami kemunduran 5 Pelajar juga dianjurkan untuk masuk militer. Mereka diajarkan Heiho atau sebagai pembantu prajurit. Pemuda-pemuda juga dianjurkan masuk barisan seinenden dan keibodan pembantu polisi. Mereka dilatih baris berbaris dan perang meskipun hanya bersenjatakan kayu. Dalam seinenden mereka dijadikan barisan pelopor atau suisintai. Barisan pelopor itu mendapat pelatihan yang berat. Latihan militer itu kelak sangat berguna bagi bangsa Dampak dalam Bidang Militer Akibat pendudukan Jepang bidang militer Perbedaan antara masa penjajahan sebelumnya dengan masa pendudukan Jepang adalah rakyat Indonesia mendapatkan manfaat pengalaman dan pelatihan militer mencakup dalam bidang ketentaraan, bidang pertahanan, dan bidang keamanan. Pelatihan militer yang diperoleh rakyat Indonesia adalah dalam hal dasar-dasar militer, baris berbaris dan latihan menggunakan senjata, Melalui propagandanya, Jepang berhasil membujuk penduduk untuk menghadapi Sekutu. Oleh karena itu, Jepang melatih penduduk dengan latihan-latihan militer. Pada 1943 Jepang semakin intensif mendidik dan melatih pemuda Indonesia di bidang militer. Jepang membentuk organisasi semi militer dan organisasi militer yang harus diikuti para pemuda di Indonesia untuk membantu Jepang yang semakin terdesak oleh Sekutu dalam Perang Pasifik. Seperti Seinendan, Keibodan pembantu polisi, Fujinkai, Hizbullah dan Barisan Pelopor 40serta Heiho sebagai pembantu prajurit dan PETA Pembela Tanah Air. Bekaspasukan PETA akan menjadi kekuatan inti Badan Keamanan Rakyat BKR yangmenjadi Tentara Keamanan Rakyat TKR, merupakan cikal bakal TentaraNasional Indonesia TNI. 41UJI KOMPETENSISetelah mempelajari seluruh materi, mari kita berlatih soal-soal terkait materikondisi bangsa Indonesia pada masa pendudukan Jepang agar kalian lebih pahamdan mengerti!1. Tujuan pokok pembentukan Jawa Hokokai pada tahun 1944 pada masa pendudukan Jepang adalah... A. Membentuk kekuatan militer di kalangan masyarakat Jawa, persiapan Indonesia merdeka B. Membentuk pasukan berani mati di Jawa, untuk kepentingan pemerintahan Indonesia C. Menggalang dukungan rakyat untuk berbakti dan rela berkorban demi perang Jepang D. Menggalang dukungan untuk mewujudkandan mendukung perjuangan Gerakan Tiga A E. Mendukung kepentingan ekonomi Jepang melalui pembentukan organisasi2. Shusintai, Seinendan, dan Hizbullah adalah beberapa contoh organisasi semi militer yang dibentuk langsung oleh pemerintah militer Jepang. Tujuan tersembunyi dibalik pembentuknya organisasi semi militer pada masa pendudukan Jepang adalah.... A. Mendidik dan melatih pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah air B. Untuk mendapatkan tentara terdidik dalam mensukseskan peperangan di dalam negeri C. Untuk mendapatkan tentara profesional dalam mensukseskan peperangan di luar negeri D. Untuk mendapatkan tentara cadangan dalam mensukseskan peperangan Jepang E. Mengakomodasi gerakan kaum nasionalis agar tidak terjadi gerakan bawah tanah 423. Perhatikan informasi berikut! 1 Jepang mewajibkan rakyat menggunakan bahasa Indonesia 2 Larangan penggunaan bahasa Belanda sebagai percakapan sehari-hari 3 Mempermudah komunikasi dengan orang Indonesia untuk propaganda 4 Bahasa Jepang masih serumpun dengan bahasa Indonesia 5 Bahasa Indonesia sangat demokratis karena membedakan tingkatan pemakaiannya Dampak positif dari pendudukan Jepang diantaranya adalah berkembangnya bahasa Indonesia. Faktor-faktor penyebabnya adalah.... A. 1, 2, 3 B. 1, 3, 5 C. 2, 3, 4 D. 2, 3, 5 E. 3, 4, 54. Pendudukan Jepang di Indonesia menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan Jepang mengadakan eksploitasi baik bidang ekonomi maupun sosial. Pada Maret 1943 pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat Putra yang dipimpin oleh empat serangkai yaitu Ir. Soekarno, Hatta, Mas Mansyur , Ku Hajar Dewantara. Melalui Putra, para pemimpin Indonesia dapat berhubungan dengan rakyat secara langsung, baik melayu rapat maupun media masa milik Jepang. Pada perkembangan organisasi Putra dimanfaatkan oleh para pemimpin Indonesia dalam proses perjuangan bangsa Indonesia, karena.... A. Menarik perhatian bangsa Indonesia agar membantu pasukan Jepang dalam perang Asia Timur Raya B. Membangkitkan semangat nasionalisme serta menumbuhkan rasa percaya diri serta harga diri bangsa C. Membujuk kaum nasionalis sekuler dan kaum intelektual agar dapat mengerahkan tenaga untuk melawan Jepang 43D. Mengerahkan rakyat Indonesia untuk mendukung peperangan Jepang menghadapi sekutu E. Mempersatukan rakyat Jawa dalam menghadapi serangan sekutu dalam perang Asia Timur Raya5. Perlawanan rakyat Singaparna selain karena penderitaan rakyat, perlawanan juga disebabkan penolakan rakyat untuk melakukan Seikerei, yakni ... A. penyerahan padi terhadap pemerintah Jepang B. kewajiban untuk ikut romusha bagi rakyat Singaparna C. penguburan massal tanpa dilakukan menurut cara-cara Islam D. penindasan dan pemkasaan terhadap rakyat E. kewajiban menundukkan kepala ke arah matahari terbit6. Latar belakang perlawanan PETA di Blitar terhadap Jepang adalah ... A. menguji latihan militer yang dierima tentara PETA B. adanya penindasan Jepang dan penderitaan rakyat C. sikap menolak terhadap upacara militer yang dipaksakan Jepang D. menolak latihan militer dari para pelatih Jepang E. rasa solidaritas terhadap teman-teman mereka yang ditangkap Jepang7. Gerakan perlawanan terhadap Jepang yang terkenal di Biak adalah Gerakan Koreri yang berpusat di daerah ... . A. Yapen Selatan B. Jayapura C. Wamena D. Biak E. Serui8. Jepang berjanji memberikan kemerdekaan kepada Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945. Namun, Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Hal ini memperlihatkan bahwa.... 44A. Indonesia cepat memanfaatkan momentum menyerahnya Jepang pada Sekutu B. Semangat kemerdekaan begitu kuat dalam diri bangsa Indonesia C. Kemerdekaan Bangsa Indonesia bukan pemberian Jepang D. Jepang ternyata bukan "saudara tua" Bangsa Indonesia E. Indonesia bisa melawan keadidayaan bangsa Jepang9. Tujuan pemerintahan pendudukan Jepang membutuhkan tenaga kerja romusha dalam jumlah besar adalah.... A. Membantu tentara Jepang dalam peperangan di wilayah Pasifik melawan tentara Sekutu B. Memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja di perkebunan di sekitar Jawa dan Sumatera C. Untuk membangun fasilitas-fasilitas umum guna mempersiapkan kemerdekaan Indonesia D. Untuk membangun pangkalan-pangkalan militer guna menghadapi serangan tentara Sekutu E. Memenuhi kebutuhan perang Jepang dalam waktu cepat dan singkat10. Pada masa pendudukan Jepang, aktivitas pendidikan formal di Sekolah-sekolah Indonesia mengalami penurunan karena.... A. Pendidikan pemuda terfokus pada militer B. Sekolah hancur karena Perang Asia Timur Raya C. Sekolah dianggap sebagai sumber pemberontakan D. Tidak tersedianya dana untuk pendidikan di Indoesia E. Guru-guru melakukan aksi mogok menuntun kesejahteraan 45UJI KOMPETENSIJawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberikan uraianmu!1. Jelaskan proses kedatangan Jepang ke Indonesia berdasarkan peta di bawah ini!2. Tujuan utama Jepang datang ke Indonesia yaitu menjadikan Indonesia sebagai pemasok untuk industri dan mesin perang, untuk mewujudkan tujuan tersebut, Jepang mencari simpati rakyat Indonesia dan mengeluarkan propaganda propaganda. Dari pernyataan singkat tersebut, coba jelaskan propaganda Jepang yang ditetapkan di Indonesia!3. Jelaskanlah salah satu peran rakyat Indonesia dalam salah satu organisasi bentukan Jepang! 464. Setelah mempelajari kebijakan pendudukan Jepang dalam berbagai bidang, analisislah apakan kebijakan kebijakan yang sudah dikeluarkan berdampak terhadap kehidupan bangsa Indonesia, jika ada jelaskan dampak potisif dan negatifnya!5. Mengapa Jepang membentuk pemerintahan militer di tiga kawasan Sumatra, Jawa- Madura, dan kawasan Indonesia Timur? 47DAFTAR PUSTAKAAmelia F. 2009. Pendudukan Jepang di Indonesia. Semarang ALPRINChalid, Latif. 1983. Atlas Sejarah. Jakarta Pembina dan Eko Targiyatmi. 2020. Sejarah Pembelajaran Sejarah Interaktif Untuk Kelas XI SMA dan MA. Solo Tiga SerangkaiImran, A Iskandar, dkk. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 6 Perang dan Revolusi. Jakarta PT Ichtiar Baru van HoeveIsnaeni, Hendri F. dan Apid. 2008. Romusa Sejarah Yang Terlupakan. Yogyakarta 1997. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta BentangM. C. Ricklefs. 2007. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta PT Ikrar MandiriabadiOktorino, Nino. 2016. Di Bawah Matahari Terbit Sejarah Pendudukan Jepang di Indonesia, 1941-1945. Jakarta Elex Media KomputindoPoesponegoro, Djoned M. Dan Notosusanto, Nugroho. 2011. Sejarah Nasional Indonesia VI Zaman Jepang dan Zaman Republik. Edisi Pemutakhiran. Jakarta Balai Pustaka 48PROFIL PENULIS Siti Solechatul Jannah 190210302041 Lahir di Kediri, 08 September 2000. Telah menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Jamsaren 1, Kediri pada tahun 2013; menamatkan pendidikan menengah pertama diSMPN 5 Kota Kediri pada tahun 2016; dan lulus pendidikan menengah atas di SMAN 3 Kota Kediri pada tahun 2019; kemudian melanjutkan pendidikan tinggi program Sarjana di FKIP-Universitas Jember, dengan mengambil program studi Pendidikan Sejarah. 49
KATA PENGANTAR Dengan mengucap Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Kami menyadari bahwa dalam penyelesaian penulisan makalah ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk segala bentuk bantuannya, kami sampaikan rasa terimakasih yang tulus kepada semua pihak yang membantu kami dan memperlancar dalam pembuatan makalah ini. Semoga kebaikan yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan pahala dari-Nya. Penulis menyadari bahwa dalam dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Namun, penulis akan berusaha belajar dari kesalahan itu. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dunia pendidikan. Semarang, 04 Juni 2017 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN DEPAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penulisan D. Manfaat Penulisan BAB II PEMBAHASAN A. Kedatangan Jepang dan Pendudukannya di Indonesia B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Pendudukan Jepang C. Akhir Pendudukan Jepang di Indonesia BAB III PENUTUP Simpulan DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebelum mencapai kemerdekaan, Indonesia telah melalui perjalanan perjuangan yang sangat panjang. Setelah perginya kekuasaan Hindia Belanda, bangsa Indonesia kemudian dihadapkan dengan kehadiran Jepang. Meski dalam kurun waktu tidak sepanjang Hindia Belanda, namun Jepang juga berhasil melahirkan kesengsaraan dan penderitaan bagi rakyat Indonesia. Hingga karena penderitaan tersebutlah rakyat Indonesia berjuang bersama untuk menuntut kemerdekaan. Jepang merupakan negara yang memiliki banyak perkembangan dalam berbagai aspek seperti Teknologi, Informasi, Pendidikan, Ekonomi, Industri dan berbagai hal lainnya. Nama resmi Jepang ialah Nipponkoku/Nihonkoku yang artinya adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan. Dalam kurun waktu 1942 – 1945 bangsa Indonesia berjuang menghadapi penjajahan yang dilakukan Jepang. Hingga perjuangan tersebut mencapai puncaknya pada 17 Agustus 1945 dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia selama menghadapi penjajahan yang dilakukan oleh Jepang. Oleh karena itu makalah ini akan membahas mengenai masa pendudukan Jepang di Indonesia. Kondisi ketika Jepang berada di Indonesia, serta perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam menunjukkan perlawanan terhadap Jepang. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pengganti Ujian Akhir Semester mata kuliah Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana pendudukan Jepang di Indonesia? 2. Bagaimana perlawanan bangsa Indonesia terhadap pendudukan Jepang? 3. Bagaimana akhir pendudukan Jepang di Indonesia? C. Tujuan Penulisan 1. Menjelaskan mengenai kondisi pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. 2. Menerangkan berbagai jenis perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia terhadap Jepang. 3. Menjabakan tentang akhir pendudukan Jepang di Indonesia. D. Manfaat Penulisan 1. Memberi tambahan pengetahuan ilmiah yang bermanfaat dalam pengembangan ilmu sejarah, khususnya yang berkaitan dengan Sejarah Indonesia pada masa pendudukan Jepang serta perlawanan bangsa Indonesia terhadap Jepang. 2. Menyelesaikan tugas kelompok sebagai pengganti Ujian Akhir Semester pada mata kuliah Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia. 3. Memanfaatkan peristiwa di masa lalu sebagai bahan pembelajaran dalam menghadapi permasalahan di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. BAB II PEMBAHASAN A. Kedatangan Jepang dan Pendudukannya di Indonesia Sejarah masuknya Jepang ke Indonesia merupakan wujud atas keinginan Jepang untuk membentuk imperium di Asia. Jepang telah berhasil menghancurkan pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii pada tanggal 7 Desember 1941. Penyerangan tersebut bertujuan untuk melumpuhkan kekuatan Amerika Serikat yang di perkirakan akan menjadi ganjalan bagi ekspansi jepang di Asia. Dalam gerakannya ke selatan, Jepang juga melakukan penyerangan ke Indonesia yang pada waktu itu masih berada dalam kekuasaan pemerintah kolonial Belanda. Pada tanggal 11 januari 1942 tentara jepang telah mendarat di tarakan kalimantan timur [1], lalu selanjutnya Panglima Tertinggi Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat di Kalijati, Bandung,. Jepang tanpa banyak menemui perlawanan yang berarti berhasil menduduki Indonesia. Bahkan, pada awal masuknya ke indonesia terutama pada bulan pertama , kedua dan ketiga pada tahun 1942 nampaknya tentara jepang diterima dengan sambutan baik dari rakyat Indonesia . Tokoh-tokoh Nasionalis Indonesia seperti Soekarno, Muhammad Hatta dan yang lainya yang masih dalam tahanan belanda dibebaskan oleh Jepang. tanggapan tokoh nasionalis Indonesia terhadap tawaran kerja sama dari pihak jepang pun sangat baik . dengan berbagai cara jepang mengupayakan agar rakyat dan pimpinan nasional Indonesia mau mendukung kebijakan Jepang .[2] Seperti yang sudah diketahui pada masa sekarang bahwa sebenarnya, semboyan Gerakan 3A dan pengakuan sebagai saudara tua’[3] yang disampaikan Jepang merupakan tipu muslihat agar bangsa Indonesia dapat menerima kedatangan Balatentara Jepang. Pada awalnya, kedatangan pasukan Jepang disambut dengan hangat oleh bangsa Indonesia. Namun dalam kenyataannya, Jepang tidak jauh berbeda dengan negara imperialis lainnya. Jepang termasuk negara imperialis baru, seperti Jerman dan Italia. Sebagai negara imperialis baru, Jepang membutuhkan bahan-bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan industrinya dan pasar bagi barang-barang industrinya. Oleh karena itu, daerah jajahan menjadi sangat penting artinya bagi kemajuan industri apabila tidak didukung dengan bahan mentah baku yang cukup dengan harga yang murah dan pasar barang industri yang luas. Dengan demikian, jelas bahwa tujuan kedatangan Jepang ke Indonesia adalah untuk menanamkan kekuasaannya, untuk menjajah Indonesia. Yang dapat diartikan bahwa, semboyan Gerakan 3A dan pengakuan sebagai saudara tua’ merupakan semboyan yang penuh kepalsuan. Hal itu dapat dibuktikan dari beberapa kenyataan yang terjadi selama pendudukan Jepang di Indonesia. Bahkan, perlakuan pasukan Jepang lebih kejam sehingga bangsa Indonesia mengalami kesengsaraan. Sumber-sumber ekonomi dikontrol secara ketat oleh pasukan Jepang untuk kepentingan peperangan dan industri Jepang melalui cara berikut 1. Tidak sedikit para pemuda yang ditangkap dan dijadikan Romusha. Dimana Romusha sendiri adalah tenaga kerja paksa yang diambil dari para pemuda dan petani untuk bekerja paksa pada proyek-proyek yang dikembangkan pemerintah pendudukan Jepang. Banyak rakyat Indonesia yang meninggal ketika menjalankan romusha, kebanyakan dari mereka menderita kelaparan dan berbagai penyakit. Jepang berupaya menghapus pengaruh kultural barat yang telah hinggap di Hindi Belanda, dan yang kedua Jepang mengeruk sumber sumber kekayaan alam strategi yang ada di Indonesia. Luasnya daerah pendudukan Jepang membuat Jepang memerlukan tenaga kerja yang begitu besar. Tenaga kerja ini dibutuhkan untuk membangun kubu pertahanan, lapangan udara darurat, gudang bawah tanah, jalan raya dan jembatan. Tenaga tenaga kerja ini diambilkan dari penduduk Jawa yang cukup padat. Para tenaga kerja ini dipaksa yang popular di sebut denga Romusha. Jejaring tentara Jepang untuk menjalankan Romusha hingga ke desa desa. Setidaknya terdapat tenaga Romusha yang dikirim ke berbagai negara di Asia Tenggara, orang diantaranya dalam kondisi menyedihkan dan berakhir pada kematian. Para Romusha juga melibatkan kaum perempuan. Mereka dibujuk rayu di iming-iming mendapatkan pekerjaan, namun mereka di bawa ke kampong-kampung tertutup untuk dijadikan wanita penghibur Jugun Ianfu. Romusha juga melibatkan tokoh pergerakan waktu itu. Mereka dipaksa oleh Jepang untuk menjadi tenaga kerja paksa tersebut. Seiring dengan pelaksanaan Romusha yang kejam di Indonesia, Jepang sendiri berhasil memanipulasi keberadaan Romusha ini ke dunia internasional. Untuk menyamarkan keberadaan Romusha, Jepang memperhasul istilah Romusha dengan “pekerja ekonomi” atau pahlawan pekerja. Pada pertengahan tahun 1943, para Romusha semakin di eksploitasi oleh Jepang. Karena kekalahan Jepang pada Perang Pasifik, Romusha Romusha ini digunakan sebagai tenaga swasembada untuk mendukung perang secara langsung. Karena disetiap angkatan perang Jepang membutuhkan tenaga tenaga kerja paksa ini untuk mengefisiensikan biaya perang Jepang. Pada situasi seperti ini, permintaan terhadap Romusha semakin tak terkendali. 2. Para petani diawasi secara ketat dan hasil-hasil pertanian harus diserahkan kepada Pemerintah Jepang. 3. Hewan peliharaan penduduk dirampas secara paksa untuk dipotong guna memenuhi kebutuhan konsumsi perang. Romusha rōmusha "buruh", "pekerja" Kebanyakan Romusha adalah petani, dan sejak Oktober 1943 pihak Jepang mewajibkan para petani menjadi Romusha. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di Indonesia serta Asia Tenggara. Jumlah orang-orang yang menjadi Romusha tidak diketahui pasti perkiraan yang ada bervariasi dari 4 hingga 10 juta. B. Perlawanan Rakyat Indonesia pada Masa Kedudukan Jepang Propaganda Jepang Untuk menciptakan kemakmuran bersama diantara bangsa-bangsa asia jauh dari kenyataan. Jepang justru secara terang-terangan menindas bangsa Indonesia secara kejam. Tata kehidupan rakyat dijungkirbalikan. Norma-norma yang berlaku di Masyarakat diinjak-injak . Akibatnya , dibeberapa tempat kemudian muncul perlawanan terhadap pendudukan militer Jepang Perjuangan para pemimpin bangsa dalammelawan penduduk jepang dan memperjuangkan kemerdekaan dilakukan dengan cara strategi kooperasi , gerakan di bawah tanah ilegal dan perlawanan bersenjata. A. Perlawanan dengan strategi Kooperasi Perlawanan dengan strategi kooperasi bekerja sama muncul disebabkan jepang melarang berdirinya semua organisasi pergerakan Nasional. Pemerintahan Jepang mengeluarkn kebijakan yang hanya mengakui organisasi-organisasi bentukanya yang di tunjukan bagi kemenangan Perang Asia Timur Raya. Tokoh-tokoh pejuang Nasionalis kemudian memanfaatkan semua organisasi bentukan jepang itu dengan cara menggembleng kaum muda agar terus berusaha mewujudkan kemerdekaan Indinesia. Selain itu mereka merhasil merumuskan UUD dan dasar negara yang akan di perlukan apabila negara telah merdeka.[4] Adapun bentuk perjuangan bangsa Indonesia dengan strategi kooperasi dilakukan melalui organisasi-organisasi seperti berikut. 1. Putera Pusat Tenaga Rakyat 2. Jawa Hokokai Himpunan Kebaktian Jawa 3. Majelis Islam Ala Indonesia MIAIdan Masyumi 4. Cuo sangi In Badan Pertimbangan Pusat 5. BPUPKI dan PPKI B. Perlawanan Dengan Strategi Gerakan Dibawah Tanah ilegal Munculnya perlawanan gerakan dibawah tanah atau ilegal karena terlalu kuatnya pemerintahan jepang menekan dan melarang Golongan Nasionalisme yang ternyata tidak mampu menandingi kekuatan pemerintahan Jepang . Oleh karena itu , beberapa pejuang Nasinalis mengambil jalan melakukan gerakan di bawah tanah ilegal [5]. Strategi perjuangan tersebut ternyata dapat terorganisir secara rapi dan dilakukan secara rahasia . mereka diam dan bersembunyi untuk menghimpun kekuatan rakyat . mereka pun berusaha menanamkan semangat persatuan dan kesatuan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia . jaringan hubungan khusus terus dilakukan dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional yang kooperatif terhadap jepang. Selain itu mereka membentuk jaringan kekuatan dengan melakukan sabotase dan tindakan destruktif perusakan terhadap sarana/prasarana vital milik jepang . A. Kelompok Sutan Syahir Kelompok ini merupakan pendukung demokrasi parlementer model Eropa barat dan menentang Jepang karena merupakan negara fasis. Sering mendapatkan panggilan untuk mengisi kursus politik bagi kaum pelajar. Pengikut dari kelompok ini terutama para pelajar dari kota Jakarta, Surabaya, Cirebon, Garut, Semarang dan lain-lain. Mereka berjuang dengan cara sembunyi-sembunyi atau dengan strategi gerakan ”bawah tanah”. B. Kelompok Kaigun Kelompok ini anggotanya bekerja pada Angkatan Laut Jepang. Mereka selalu menggalang dan membina kemerdekaan dengan berhubungan kepada tokoh-tokoh Angkatan Laut Jepang yang simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Kelompok ini mendirikan asrama Indonesia Merdeka di jalan Bungur Besar No. 56 Jakarta. Asrama ini didirikan atas inisiatif dan bantuan kepala perwakilan Kaigun di Jakarta, Laksamana Muda Maeda pada bulan Oktober 1944. Dengan demikian kelompok ini merupakan kelompok yang paling akhir terbentuk. Sebagai pengurus asrama oleh Maeda ditunjuklah Mr. Ahmad Subardjo Djoyohadisuryo sebagai ketua dibantu tokoh-tokoh muda Wikana. Di dalam asrama ini mendapat pendidikan politik dari tokoh-tokoh nasionalis seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Iwa Kusuma Sumantri, Latuharhary, Singgih, Ratu Langie, Maramis, dan Buntaran. Kelompok ini menjalin kerja sama dengan kelompok bawah tanah yang lain tetapi dengan hati-hati agar tidak dicurigai Jepang. Walaupun para pejuang terbagi dalam kelompok-kelompok di atas dan menggunakan strategi perjuangan yang berbeda, akan tetapi mereka memiliki kesamaan tujuan yakni mencapai kemerdekaan Indonesia. C. Kelompok Sukarni “Kelompok ini sering mengadakan kursus polotik yang pengajarannya diambil dari tokoh-tokoh pergerakan nasional, seperti Soekarno, Moh Hatta, dan Sutan Syahrir.”[6]. Tokoh-tokoh yang tergabung dalam kelompok Sukarni antara lain Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Chaerul Saleh,, Maruto Nitimihardjo dan yang lainnya. D. Kelompok Amir Syarifuddin Menjelang kedatangan Jepang di Indonesia, Amir Syarifuddin berhubungan erat dengan Idenburg pimpinan departemen pendidikan Hindia Belanda. Melalui Dr. Charles Van der Plas, Idenburg membantu uang sebesar gulden kepada Amir Syarifuddin guna mengorganisir gerakan bawah tanah melawan Jepang. Oleh karena itu kelompok ini anti fasis dan menolak kerja sama dengan Jepang. Karena sangat keras dalam mengkritik Jepang maka Amir Syarifuddin ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh Jepang pada tahun 1944. Atas bantuan Ir. Soekarno, hukumannya diubah menjadi hukuman seumur hidup akan tetapi setelah Jepang menyerah dan Indonesia merdeka, ia terbebas dari hukuman. C perlawanan Bersenjata Kedatangan bangsa jepang ke Indonesia semula mendapatkan sabutan hangat rakyat karena mereka mepropagandakan akan membebaskan rakyat dari penindasan barat . Namun tindakan itu hanya dilakukan untuk beberapa bulan . pada hari selanjutnya , jepang justru lebih kejam dari belanda mereka secara terang-terangan menindas rakyat dan mengambil paksa sumber daya alam indonesia perlakuan buruk yang di perlihatkan jepang mendorong timbulnya perlawanan rakyat dibeberapa tempat. Perlawanan bersenjata rakyat indonesia yang dilakukan berbagai daerah meliputi perlawanan rakyat dan tentara Peta. 1 Peristiwa Cot Plieng. Aceh Pemberontakan Cot Plieng terjadi di Aceh dengan puncak dari perlawanan yang telah berulang kali dilakukan terjadi pada 10 November 1942 yang dipimpin seorang ulama muda Tengku Abdul Jalil, guru mengaji di Cot Plieng Lok Seumawe. Pemberontakan ini disebabkan karena sebagain para ulama non PUSA Persatuan Ulama Seluruh Aceh waktu itu menolak masuknya Jepang setelah Belanda menyerah. Teungku Abdul Jalil tidak menyetujui kerja sama dengan Jepang, berbeda dengan ulama PUSA yang melakukan taktik perjuangan kerja sama untuk mengusir Belanda. Hal itu pula yang kemudian membuat perbedaan ijitihad antara kelompok tua dan kelompok muda dalam menghadapi Jepang. Teungku Abdul Jalil dan kawan-kawannya secara diam-diam melakukan dakwah anti Jepang dan seruan jihat fi sabilillah dari desa ke desa. Menjelang akhir tahun 1942, dakwah diam-diam tersebut menjadi terang-terangan, setelah kekejaman tentara Jepang menjadi pengalaman pahit bagi masyarakat. Para santri di Dayah Cot Plieng sudah siap untuk berperang. Hal itu kemudian diketahui oleh intelijen dan kampetai Jepang. Jepang berusaha meredam upaya pemberontakan Teungku Abdul Jalil tersebut dengan menggunakan orang Aceh yang bekerja untuk Jepang dan para Uleebalang yang telah diangkat menjadi Gunco wedana dan sunco camat. Selain itu ulama PUSA/Pemuda Pusa juga diminta Jepang untuk melakukan dakwak tandingan. Meski tidak menolak permintaan Jepang tersebut, ulama PUSA/Pemuda PUSA lebih bersikap melihat saja apa yang dilakukan Teungku Jalil. Sementara kaum Uleebalang yang menjabat sebagai Gunco dan Sunco terus membujuk Teungku Abdul Jalil agar mengurungkan niatnya memberontak terhadap Jepang. Namun hal itu tidak berhasil. Akhirnya Jepang memutuskan menghentikan upaya pemberontakan tersebut dengan kekuatan bersenjata. Pertempuran yang tak berimbang pun terjadi. Perang sengit yang digerakkan Teungku Abdul Jalil dibantu oleh adiknya Teungku Thaib itu berlangsung sehari suntuk. Korban kedua belah pihak berjatuhan. Pertempuran baru reda pada sore hari setelah Teungku Abdul Jalil dan pasukannya meninggalkan Dayah Cot Plieng menuju pedalaman. Dalam perjalanan Teungku Abdul Jalil singgah di Meunasah Baro. Dari sana ia dan pasukannya melanjutkan perjalanan hingga berhenti di Alue Badeeh untuk menyusun kekuatan sambil menunggu pasukan lain dari Bayu. Tiga hari kemudian, Jumat 9 November 1942, Teungku Abdul Jalil dan pasukannya kembali turun ke Meunasah Blang Buloh, untuk melaksanakan shalat Jumat. Keberadaan mereka diketahui oleh Jepang. Pasukan Jepang dengan tambahan tentara menyerbu ke desa tersebut. Jepang ingin menangkap Teungku Abdul Jalil tanpa pertempuran, yakni menunggunya di luar mesjid ketika ulama dan pasukannya tersebut sedang shalat Jumat bersama penduduk setempat. Namun, ketika pasukan Jepang tiba ke Blang Buloh, Teungku Abdul Jalil dan pasukannya baru saja selesai melaksanakan shalat Jumat. Penangkapan itu pun gagal. Pertempuran sengit pun terjadi, Teungku Abdul Jalil dan pasukannya gugur. 2 Pemberontakan di Singaparna Peristiwa Pemberontakan Singaparna mempunyai dasar keagamaan dan kebangsaan yang kuat. Cita-cita negara Islam dijunjung tinggi dalam hati sanubari rakyat sesuai dengan ajaran agama. Demikian pula semangat kemerdekaan sangat tebal dalam masyarakat Singaparna, yang terkenal kebenciannya terhadap penjajahan. Adapun hal yang menjadi latar belakang terjadinya Pemberontakan Singaparna diantaranya, yaitu 1 Adanya “Seikerei” yaitu mengheningkan cipta membungkuk menghormat kearah Tokyo. Hal inilah yang sangat dibenci oleh santri-santri karena berarti mereka disuruh menyembah matahari. 2 Adanya kewajiban meyerahkan beras kepada Jepang pada setiap panen sebanyak 2 kwintal. Hal ini dirasakan oleh petani desa Cimerah dan daerah sekitar Singaparna sangat berat. 3 Terjadinya penipuan terhadap wanita-wanita dan gadis-gadis yang dijanjikan akan disekolahkan di Tokyo, sehingga banyak yang mendaftarkan diri. Tapi sebenarnya wanita-wanita tersebut dikirim ke daerah pertempuran seperti Birma dan Malaya untuk menghibur tentara-tentara Jepang. 4 Pemberontakan di Indramayu Peristiwa Indramayu terjadi bulan April 1944 disebabkan adanya pemaksaan kewajiban menyetorkan sebagian hasil padi dan pelaksanaan kerja rodi/kerja paksa/Romusha yang telah mengakibatkan penderitaan rakyat yang berkepanjangan. Pemberontakan ini dipimpin oleh Haji Madriyas dan kawan-kawan di desa Karang Ampel, Sindang Kabupaten Indramayu. Pasukan Jepang bertindak kejam terhadap rakyat di kedua wilayah Lohbener dan Sindang agar daerah lain tidak ikut memberontak setelah mengetahi kekejaman yang dilakukan pada setiap pemberontakan. 3 Pemberontakan Teuku Hamid di Aceh Pemberontakan ini terjadi pada bulan November 1994 yang di pimpin oleh Teuku Hamid, dia adalah seorang perwira Giyugun, bersama dengan satu pleton pasukannya melarikan diri ke hutan untuk melakukan perlawanan. Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Jepang melakukan ancaman akan membunuh para keluarga pemberontak jika tidak mau menyerah. Kondisi tersebut memaksa sebagian pasukan pemberontak menyerah, sehingga akhirnya dapat ditumpas. 4 Pemberontakan Peta di Blitar Pemberontakan PETA di Blitar, terjadi pada tanggal 14 Februari 1945 yang dipimpin oleh Soepriyadi, yang disebabkan oleh ketidak tahanan anggota PETA melihat kesengsaraan rakyat dan banyaknya rakyat yang meninggal akibat romusa di daerah mereka. Dengan, melakukan serangan terhadap gudang senjata. Tetapi, pemberontakan mampu dipadamkan oleh pihak jepang, serta semua yang terlibat dalam pemberontakan dijatuhi hukuman mati termasuk pemimpin lapangan yang banyak dilupakan yaitu Moeradi. Sementara, Soprijadi yang paling bertanggungjawab akan pemberontakan menghilang tanpa diketahui sampai saat ini. C. Akhir Pendudukan Jepang di Indonesia Pendudukan Jepang di Indonesia mulai melemah seiring kekalahan Jepang di Perang Dunia. Jepang juga terus berupaya untuk mebuat bangsa Indonesia mendukung Jepang dalam peperangannya, Perdana menteri Koiso penganti perdana menteri Tojo mengumumkan tentang pendirian pemerintahan kemaharajaan Jepang, bahwa Hindia timur atau Indonesia diperkenankan Merdeka kelak dikemudian hari[7] Hingga kemudian Hiroshima yang merupakan kota pelabuhan di tepi Laut Pedalaman Seto yang dikenal sebagai pusat industri tekstil dan barang-barang dari karet terkena Bom Atom oleh sekutu. Kota ini didirikan pada abad ke-16 sebagai kota istana di delta Sungai Ota. Sejak zaman Meiji hingga berakhirnya Perang Dunia II, Hiroshima merupakan pusat industri militer dan logistik untuk keperluan perang. Di antara produk kebanggaan kota Hiroshima adalah mobil Mazda, makanan ringan merek Calbee dan saus merek otofuku. Selain Hiroshima, Nagasaki yang merupakan ibu kota dan kota terbesar di Prefektur Nagasaki yang terletak di pesisir sebelah barat daya Kyushu, Jepang juga dikenai Bom Atom. Lokasi geografisnya adalah 32°44′ LU 129°52′ BT. Nagasaki adalah pusat pengaruh Eropa di Jepang pada zaman pertengahan. Kota Nagasaki yang merupakan kota pelabuhan di Jepang merupakan kota yang tidak terisolasi pada waktu jepang menerapkan politik Isolasi SAKKOKU. Pengaruh Eropa juga sangat terlihat dengan pesatnya perkembangan agama kristen di kota Nagasaki pada zaman tersebut dan banyaknya peninggalan bersejarah berupa bangunan-bangunan Gereja yang masih terawat hingga saat ini dan objek wisata. Jepang mengalami pengeboman oleh Amerika serikat atas Hiroshima dan Nagasaki dengan Bom Atom, sedangkan Uni sovyet menyatakan perang terhadap jepang seraya melakukan penyerbuan ke Mancuria[8] Pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki adalah serangan nuklir selama Perang Dunia II terhadap kekaisaran Jepang oleh Amerika Serikat atas perintah Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman. Setelah enam bulan pengeboman 67 kota di Jepang lainnya, senjata nuklir "Little Boy" dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945, diikuti dengan pada tanggal 9 Agustus 1945, dijatuhkan bom nuklir "Fat Man" di atas Nagasaki. Kedua tanggal tersebut adalah satu-satunya serangan nuklir yang pernah terjadi. Bom ini membunuh sebanyak orang di Hiroshima dan di Nagasaki pada akhir tahun 1945. Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom. Pada kedua kota, mayoritas yang tewas adalah penduduk. Enam hari setelah dijatuhkannya bom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, menandatangani instrumen menyerah pada tanggal 2 September, yang secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II. Jerman sudah menandatangani menyerah pada tanggal 7 Mei 1945, mengakhiri teater Eropa. Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang mengadopsi Three Non-Nuclear Principles,melarang negara itu memiliki tenaga nuklir. Setelah menyerahnya jepang atas sekutu membuat pergerakan nasional yang saat itu Indonesia masih diduduki Jepang lebih leluasa. Hal ini yang memicu para nasionalis, terutama pemuda untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Hingga akhirnya Indonesia mencapai puncak perjuangannya dengan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.[9] BAB III PENUTUP Simpulan Adanya pendudukan Jepang merupakan salah satu bagian besar dalam sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia dalam upaya mencapai kemerdekaannya. Ketika awal kedatangannya Jepang sempat disambut hangat oleh penduduk pribumi karena dianggap akan mengakhiri penderitaan mereka yang disebabkan oleh Belanda. Selain itu Jepang juga mengumbar berbagai janji untuk memperdaya bangsa Indonesia agar mau mendukung Jepang dalam Perang Pasifik. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya watak asli Jepang terlihat dengan kebijakannya mengeksploitasi bangsa Indonesia. Pendudukan Jepang pun sama saja juga menghadirkan kesengsaraan bagi rakyat. Penderitaan tersebut lah yang kemudian memunculkan pergerakan-pergerakan perjuangan untuk membebaskan diri dari Jepang dan mencapai Kemerdekaan. Terbukti dengan munculnya berbagai organisasi pergerakan nasional. Juga adanya reaksi perlawanan dari rakyat, baik yang menggunakan senjata maupun yang tanpa menggunakan senjata. Pendudukan Jepang semakin melemah sejalan dengan melemahnya Jepang dalam Perang Pasifik. Jepang kembali mendekati bangsa Indonesia dengan janji-janji kemerdekaan. Hingga kemudian Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh sekutu yang membuat Jepang bertekuk lutut menyerah. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh nasionalis untuk mewujudkan kemerdekaan. Dan, puncaknya adalah ketika Indonesia berhasil melaksanakan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 pada masa Vacum of power. DAFTAR PUSTAKA Budi utomo, Cahyo. 1995. Dinamika Pergerakan kebangsaan Indonesia. Semarang IKIP Semarang press. Djoened, Marwari dan Nugroho Notosusanto. Nasional Indonesia. Jakarta Balaipustaka Kurnia, Sejarah Smp Kelas IX. Semarang Yudhistira Ghalia Indonesia Muljana, Kesadaran Nasional dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan. Yogyakarta Pt Lkis Pelangi aksara Yogyakarta Rukmayani, Ratna. 2008. Ilmu pengetahuan sosial Pt Gramedia [1] Ratna Rukmayani, Ilmu pengetahuan sosial 3Jakarta Pt Gramedia, 2008, hlm. 25. [3] Jepang adalah ’ saudara tua ’ bagi bangsa –bangsa di asia dan berjanji membebaskan Asia dari penindasan bangsa barat [4] Anwar Kurnia, Sejarah Smp Kelas IX Semarang Yudhistira Ghalia Indonesia, 2007 hlm. 19. [7] Pandji Poestaka, 15 September 1944, hlm. 561; liat juga Marwari Djoened, Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia Jakarta BalaiPustaka, 1984, hlm. 66. [9] Cahyo budi utomo, Dinamika Pergerakan kebangsaan Indonesia. Semarang IKIP Semarang press, 1995. Hlm, 220.
para romusha diambil dari desa desa di pulau jawa karena